Penolakan Caleg Impor Kembali Disuarakan

caleg-impor
Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi (APPD ) NTB mendeklarasikan Gerakan Tolak Caleg Impor pada Pileg 2019. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, cukup banyak caleg dari luar NTB yang bertarung di daerah pemilihan (dapil) NTB. Belakangan mereka ini ngetren disebut caleg impor. Penolakan terhadap keberadaan caleg impor inipun kembali disuarakan, kali ini oleh Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi (APPD) NTB. Secara resmi, APPD melakukan deklarasi menolak caleg impor ini, Sabtu lalu (17/11). “Kami meyakini bahwa caleg impor ini memang merugikan masyarakat. Selain itu juga, caleg impor menghilangkan makna dapil,” tegas Koordinator APPD NTB, Supardi di Mataram.

BACA JUGA: Caleg Impor Rugikan Warga NTB

Menurutnya, penempatan caleg impor di NTB oleh partai politik, hanya didasarkan kepada pertimbangan memiliki modal atau materi yang lebih besar. Namun hal itu jelas merugikan masyarakat di daerah. Pasalnya, caleg impor yang ditempatkan di NTB, tidak memahami dan mengetahui kondisi daerah serta masyarakat di daerah itu.

Caleg impor yang kebanyakan akan mewakili di DPR RI itu seharusnya kata dia, benar-benar berasal dari daerah, dan memahami serta mengetahui secara betul kondisi di daerah dan masyarakatnya. “Bagi kami penting bagi para calon mengetahui dengan baik kondisi daerah atau dapil,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, caleg impor ini tidak mewakilkan daerah maupun dapil, namun mereka merepresentasikan partai politik.

BACA JUGA: Warga Diajak Tolak Caleg Impor

APPD NTB mengajak masyarakat pemilih di NTB untuk cerdas dan bijak dalam memilih. Bagi APPD NTB, masih banyak putra daerah bisa diprioritaskan untuk dipilih, dan sudah lama mengabdi dan berbuat untuk memperjuangkan masyarakat di daerahnya dan secara kapasitas, kompetensi serta jejaring dimiliki, tak kalah hebat dengan caleg dari luar daerah. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut