Warga Diajak Tolak Caleg Impor

Syamsul Rahman
Syamsul Rahman (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemilihan legislatif (Pileg) semakin dekat. Ada fenomena lama yang kembali terulang, yakni banyaknya orang “luar” yang mengambil daerah pemilihan (Dapil) di daerah ini. Mereka sengaja ditempatkan oleh Parpol dengan berbagai pertimbangan, salah satunya pertimbangan modal meteri yang lebih besar. Fenomena caleg impor dianggap mengaburkan makna Dapil. Sebab penting bagi para calon mengetahui dengan baik kondisi Dapilnya.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi NTB Syamsul Rahman melihat fenomena Caleg impor tidak baik bagi demokrasi. Ia pun mengajak warga untuk lebih jeli menguliti Caleg yang ada. “ Jangan mau dibodohi Caleg impor. Kita masyarakat NTB bukan orang bodoh. Jangan mau didukung orang luar yang hanya datang ke NTB untuk kepentingan politik. Jangan dukung Caleg impor,” ajak Syamsul, Minggu (4/11).

BACA JUGA: Diundang Klarifikasi, Panitia Silaturahmi Kiai Ma’ruf Tak Hadir

Berdasarkan catatannya, banyak orang luar daerah yang selama ini tidak peduli dengan NTB tiba-tiba saat ini selalu bicara dan sok peduli. Padahal selama ini mereka tidak pernah kelihatan. Mereka hanya mendekati masyarakat saat menjelang Pemilu saja. Setelah terpilih, kontribusi mereka minim untuk kemajuan daerah. “ Mari kita sama-sama berpikir lagi. Banyak orang asli NTB yang layak mewakili kita di pusat. Ngapain orang dari daerah lain mau wakili kita. Meski aturan membolehkan, tapi kita jangan mau dibodohi. Yang sudah terpilih saja kontribusinya untuk masyarakat NTB gak jelas, hanya datang gugurkan kewajiban saja,” ungkap Syamsul.

Catatan Radar Lombok, Caleg impor yang selama ini tinggal di daerah lain namun justru ingin menjadi wakil rakyat di Daerah pemilihan (Dapil) Pulau Lombok jumlahnya cukup banyak. Di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada 4 orang yaitu A Helmy Faishal nomor urut 1 yang tinggal di Jakarta Selatan. Helmy Faishal dianggap jarang bersentuhan dengan masyarakat NTB, padahal dipilih dan terpilih menjadi wakil rakyat Dapil NTB di DPR-RI. Berikutnya Caleg PKB yang tinggal di luar daerah yaitu Sylvia Widjaya nomor urut 3 di Jakarta Selatan. Kemudian Siti Nur Aini nomor urut 6 di Jakarta Barat dan Baiq Dian Febrianti di Demak. “ Kalau orang asli NTB yang tinggal di daerah lain, terus sekarang mau jadi wakil masyarakat NTB, itu adalah nyambungnya. Ini kan parahnya banyak yang gak ada hubungannya dengan orang NTB, malah tidak punya malu mau wakili kita,” sesal Syamsul.

Selanjutnya di Partai Gerindra, Caleg impor diantaranya H. Bambang Kristiono nomor 1 yang tinggal di Bekasi, Arinta Samiktiawati nomor 3 yang tinggal di Jakarta Selatan. Di PDI-P ada Hakam Ali Naizi nomor 4 tinggal di Jakarta Selatan. Kemudian di Partai Golkar ada 4 orang yaitu Hj Sari Yuliati nomor urut 1 tinggal di Jakarta Selatan, Adi Putra Darmawan Tahir nomor 4 tinggal di Jakarta Pusat, Dra Purwaningsih Sutiarti nomor 5 di Kota Tangerang Selatan, Adi Baiquni nomor 6 di Jakarta Timur. “ Yang kita tahu, ibu Sari itu petinggi Golkar. Yang kita tahu, Adi Tahir itu orang luar daerah. Sekarang Adi Tahir anggota DPR-RI, coba saja perhatikan kontribusinya,” ucap Syamsul.

Berikutnya Caleg impor di Partai Berkarya ada Bambang Sujatmiko nomor urut 5 yang tinggal di Jakarta Selatan. “ Saya hanya ingin mengajak masyarakat kita, memilih wakilnya yang memang asli orang NTB. Sekarang aja, orang luar daerah yang mau wakili kita belum begitu terlihat jelas batang hidungnya. Mungkin mereka pikir suara kita tinggal dibeli. Dan itu harus membuat kita tersinggung,” ujarnya.

Di Partai Perindo ada nama Karman nomor urut 2 yang tinggal di Jakarta Pusat. Berikutnya Maharenny Hamidah nomor urut 7 tinggal di Bekasi, Ida Ayu Trisnamurti nomor urut 8 tinggal di Kota Tangerang Selatan. Ada juga Ermalena Caleg inkumben. Ermalena nomor urut 8 yang tinggal di Jakarta Pusat. “ Yang paling banyak itu Caleg impor di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ada 6 orang dari 8 Caleg, tinggal di daerah lain,” ungkapnya.

PAN juga impor orang. Diantaranya Ficky Rhoma Irama nomor 8 yang tinggal di Jakarta Selatan. Ada juga Tommy Adrian Firman nomor 4 yang selama ini tinggal di Jakarta Utara. “ Bayangkan, siapa juga Ficky itu. Dia anaknya Rhoma, terus dia tahu gak masalah di NTB ini? Datang mengunjungi masyarakat saja tidak pernah, terus mau jadi wakil kita,” imbuh Syamsul.

Di Partai Hanura, ada Caleg Ida Aliyah nomor 4 yang selama ini tinggal di Jakarta Selatan. Kemudian ada Winarti dan Rio Ramabaskara dari Jakarta Selatan. Rata-rata semua Partai ada Caleg impor.

BACA JUGA: Habib Rizieq Sampaikan Pesan ke Prabowo

Mantan Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif. Satu suara sangat penting, jangan disia-siakan. Jangan sampai masyarakat memilih orang yang tidak bisa memperluas kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Amin, secara aturan tidak ada masalah ada Caleg impor. “ Saya tidak permasalahkan kalau ada orang yang mau wakili masyarakat kita. Karena itu juga kan amanah dari partai mereka. Tapi saya yakin, masyarakat kita bisa menentukan pilihan terbaik,” ucapnya.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut