Pengunjung Keluhkan Minimnya Fasilitas Pantai Pink Lombok Timur

Sebulan, Pantai Pink Dikunjungi 1000 Wisatawan

Pengunjung Keluhkan Minimnya Fasilitas Pantai Pink
WISATAWAN: Sejumlah wisatawan mancanegara yang berasal dari China, ketika hendak berkunjung ke Pantai Pink melalui penyeberangan laut di Dermaga Tanjung Luar, belum lama ini. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Pantai Pink di wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mungkin menjadi satu-satunya objek wisata pantai di Provinsi NTB yang memiliki keindahan pantai berbeda dibandingkan objek wisata lainnya. Dimana garis pantainya sangat indah, dan psirnya berwarna pink. Sehingga tak heran kalau menjadi incaran para wisatawan, baik domestic maupun mancanegara untuk berwisata.

Salah satu penyedia jasa penyeberangan laut untuk mengantarkan para wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Pink melalui Pelabuhan Tanjung Luar, Ovi Subasa, mengakui kalau dalam sebulan dia dan rekan-rekannya bisa mengantar hampir 1000 pengunjung.

“Dari karcis yang kita miliki, sebulan telah habis lebih dari 1000 karcis. Artinya, pengunjung ke Pantai Pink dalam sebulan lebih dari 1000 wisatawan,” ujarnya seraya menyampaikan, sebelum ke Pantai Pink, wisatawan juga diantarkan ke beberapa lokasi objek wisata lainnya, seperti ke Pulau Pasir, dan Gili Petelu.

Dari semua pengunjung yang telah diantarnya, kebanyakan wisatawan berasal dari China, Malaysia, dan Singapura, serta negara-negara lainnya. Namun kalau dilihat dari jumlahnya, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pink masih didominasi oleh wisatawan asal China. Sementara untuk wisatawan domestik, sebagian besar dari Bandung (Jawa Barat) dan Surabaya (Jawa Timur).

“Alhamdulillah, selama saya membawa tamu dari koperasi ini. Para wisatawan mengaku puas dengan keidahan Pantai Pink ini. Meskipun ada juga beberapa pengunjung yang mengeluh,” beber Ovi, Minggu kemarin (4/3).

Keluhan para wisatawan sambung Ovi, rata-rata mengeluhkan minimnya fasilitas publik di Pantai Pink yang masih minim, seperti toilet, yang hingga kini tak kunjung dibangun oleh pemerintah. Selain itu, pantai yang indah itu juga ternoda oleh banyaknya sampah yang berserakan, sehingga kotor.

BACA JUGA :  Desa Pesanggrahan Kembangkan Kampung Wisata

Padahal, Pantai Pink ini merupakan salah satu magnet bagi para wisatawan asing dan lokal untuk menghabiskan liburan dengan keluarganya. “Kalau dari segi keindahan, memang wisatawan tidak mengeluh. Tapi dari fasilitas seperti minimnya air bersih, menjadi keluhan wisatawan. Ini seharusnya yang harus diperhatikan oleh pemerintah dengan cepat,” ujarnya.

Selain fasilitas publik yang dikeluhkan, ruas jalan dari dari Desa Pijot menuju Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, juga harus menjadi perhataian pemerintah. Karena jalan ini merupakan ruas jalan bagi para wisatawan untuk menuju Dermaga Tanjung Luar, yang selanjutnya menyeberang ke Pantai Pink.

“Kita ketahui, jalan dari Jerowaru masih rusak. Sehingga para pengunjung biasanya melalui Tanjung Luar. Tapi jalan penghubung ini masih sempit, dan perlu dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPH Rinjani Timur, Saladin, mengakui minimnya fasilitas publik di Pantai Pink. Namun untuk tahun 2018, pemerintah akan membangun sarana dan prasana pendukung yang masih dinilai kurang. ”Insya Allah, sekitar pertengahan tahun kita akan lengkapi dengan toilet dan air bersih,” katanya.

Kalau fasilitas ibadah sambungnya, di Pantai Pink saat ini sudah dibangun Mushola oleh Dinas Pariwisata NTB, untuk mendukung wisata halal yang digaungkan oleh Gubernur NTB.

“Kalau soal sampah, kita juga sudah berbicara dengan masyarakat, dan telah membentuk tim penanganan sampah. Ini kita maksimalkan, dan kita berharap juga nanti dari Dinas Pariwisata Lotim agar juga diberikan truk pengangkut sampah,” pintanya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut