Pengembalian Uang Muka Labuhan Haji, Buntu

Sidang Gugatan Kembali Berlanjut

“Garansi bank yang pertama itu telah diserahkan Pemda ke rekanan, ketika ada perpanjangan. Kalau sudah diserahkan garansi pertama ini, baru uang muka itu bisa dicairkan. Kalau mau pencairan, pihak bank harus memegang  garansi bank yang pertama, dan garansi bank kedua setelah dilakukan perpanjangan,” tegasnya.

Sejauh ini kata dia, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa alasan kontraktor tak kunjung menyerahkan garansi bank pertama itu. Tapi  semua itu  nantinya  akan dilihat ketika pihak rekanan yang juga selaku tergugat memberikan jawabannya di persidangan. “Karena sidang mediasi tidak selesai. Makanya sidang berlanjut ke pembacaan gugatan,” imbuh Basri.

Baca Juga :  Kades Lotim Bertekad Sukseskan Program Desa

Meski proses hukum gugatan terbilang cukup alot, namun Basri  tetap optimis memenangkan gugatan tersebut. Proses sidang lanjutan akan melalui sejumlah  agenda persidangan. Mulai dari pembacaan gugatan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian jawaban dari pihak tergugat, pembuktian, dan terahir putusan dari pengadilan.

Lebih lanjut dikatakan, sesuai ketentuan, meskipun pengerjaan telah dilakukan maupun tidak, maka uang muka itu tetap harus dikembalikan oleh kontraktor ke Pemkab Lotim. Karena status uang muka itu merupakan uang pinjaman yang diberikan oleh negara kepada pihak kontraktor.

Baca Juga :  Tahun Ini 864 JCH Lotim Berangkat Haji

“Ini pinjaman, dan kontraktor memberikan garansi bank melalui BNI. Karena garansi itu tidak dicairkan. Maka dicairkanlah garansi Bank di BNI karena wanprestasi. Ini wanprestasinya bank, bukan wanprestasinya di kontrak,” ujar Basri.

Komentar Anda
1
2
3