Pemuda Mareje Siap Jemput Warga yang Masih Mengungsi

PERTEMUAN : Bupati Lobar bersama Forkopimda melakukan pertemuan bersama para tokoh masyarakat Mareje di kediaman Bupati Lobar di Sandik. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengundang perwakilan warga Desa Mareje Kecamatan Lembar di rumah pribadinya di Sandik, Selasa malam (10/5). Pertemuan yang juga dihadiri oleh Kapolres Lobar dan Dandim 1606/Mataram itu berlangsung dalam suasana santai dan penuh semangat kekeluargaan. Pasca kerusuhan akibat kesalahpahaman yang terjadi di malam pawai lebaran dan menyebabkan enam rumah warga terbakar, kini kondisi Mareje sangat kondusif. Bahkan para pemuda siap menjemput warga yang kini masih berada di Mapolres Lobar. Sampai saat ini memang masih ada warga Dusun Ganjar yang ditampung di Mapolres Lobar.

Salah seorang warga, Syukur, menegaskan, saat ini kondisi Mareje kondusif. Keributan hanya terjadi malam kejadian dan kondisi kembali normal. Masyarakat sudah beraktivitas dengan normal. Ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan isu tidak benar melalui medsos. “ Kondisi Mareje sudah normal dan aman serta kondusif tidak ada masalah. Karena kami semua satu rumpun dan satu keluarga. Masyarakat sudah beraktivitas dengan normal kembali yang kerja di sawah tetap ke sawah dan yang kerja ke hutan tetap ke hutan. Sudah normal,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pejabat Hasil Pansel Dilantik Setelah Keluar Rekom KASN

Ia pun mengingatkan warga bijak memilah informasi yang ada di media sosial. Banyak informasi tidak benar tentang Mareje yang memang sengaja disebar untuk menciptakan perpecahan. “Jadi kami berharap masyarakat tidak cepat percaya pada info-info liar di medsos,” ungkapnya.

Pemuda Mareje siap menjemput warga yang masih mengungsi di Mapolres Lobar maupun yang di Polda NTB. “ Kami para pemuda siap menjemput keluarga kami yang masih menginap sementara di Polres dan Polda karena kami semua pada dasarnya satu keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, mengatakan bahwa Mareje merupakan contoh toleransi yang sering disampaikan dalam sejumlah forum dan diskusi di Indonesia. Marejemerupakan cerminan dari Kota Madinah yang penuh dengan kedamaian dan kehangatan walau terdiri dari berbagai agama dan suku bangsa. Karenanya ia berharap agar masyarakat kembali merajut kedamaian dan kerukunan antar sesama  pasca terjadi keributan antar pemuda beberapa waktu lalu. Ia berharap agar masyarakat bisa menguatkan kembali akar kerukunan karena pada dasarnya semua masyarakat desa Mareje satu rumpun. “Desa mareje ini seperti cerminan Kota Madinah dulu yang plural namun tetap hidup berdampingan dan rukun karenanya kami harap agar masyarakat tetap rukun,” ungkapnya.

BACA JUGA :  PT Indotan Bikin Lobar Rugi

Bupati juga mengatakan bahwa Pemkab Lombok Barat akan melaksanakan berbagai program pembangunan di Desa Mareje yang dapat menunjang pengembangan desa Mareje. Salah satunya adalah pembangunan jalan dari Mareje menuju Gerung melalui Tempos. Hal ini akan memudahkan akses masyarakat menuju Desa mareje. Selain itu Pemkab juga akan melakukan berbagai program pembangunan yang dapat terus menjaga kerukunan dan kedamaian di masyarakat desa Mareje. Hal ini karena pada dasarnya masyarakat Mareje memiliki akar kerukunan yang kuat karena berasal dari satu rumpun dan keluarga.(ami)