Pemprov Turun Tangan, PT BAL Kembali Operasi

DENGAR PENDAPAT: Asisten III Setda NTB Irawan Ahmad dan Kepala Dinas PMPTSP NTB Muhammad Rum saat dengar pendapat dengan masyarakat dan pengusaha di Gili Trawangan, Selasa (6/12). (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemerintah Provinsi NTB turun tangan mengatasi persoalan air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno akibat penghentian operasional PT Berkat Air Laut (BAL) per 1 Desember 2022.

Pada Selasa (6/12), Asisten III Setda NTB Irawan Ahmad dan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi NTB Muhammad Rum turun langsung ke Trawangan dan Meno. Kunjungan tersebut dalam rangka mendengar aspirasi masyarakat dan juga pengusaha di sana.

Hasil kunjungan pun berbuah sebuah keputusan bahwa PT BAL yang melakukan pengeboran air, diizinkan kembali untuk melayani pendistribusian air bersih. Namun itu hanya untuk Gili Meno. Itu ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan bertanggung jawab atas dibukanya keran air PT BAL di Gili Meno oleh Asisten III Setda NTB Irawan Ahmad dan Kepala Dinas PMPTSP NTB Muhammad Rum bersama beberapa tokoh masyarakat Gili Meno.

Di mana salah satu isi surat pernyataan tersebut adalah menyatakan untuk membuka sumber air yang dimiliki PT BAL hingga ada solusi jangka panjang penyediaan air bersih di Gili Meno. Kemudian bersedia bertanggung jawab atas segala konsekuensi hukum yang ditimbulkan atas dibukanya keran air yang dilaksanakan hingga ada solusi lain dari PDAM Amerta Dayan Gunung.

Asisten III Setda NTB Irawan Ahmad dan Kadis PMPTSP Muhammad  Rum mengaku bertanggung jawab untuk dibukanya kembali air PT BAL khusus untuk Gili Meno namun tidak untuk di Gili Trawangan. Pasalnya, di Gili Trawangan sudah ada alternatif lain yang bisa dipilih yaitu ada layanan PDAM Amerta Dayan Gunung yang bekerja sama dengan PT Tiara Citra Nirwana (TCN).

Baca Juga :  Formasi P3K Tanpa Anggaran Pusat, Lobar Terbebani

Berbeda dengan di Gili Meno yang sampai saat ini belum ada alternatif lain yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan pengusaha di sana. Pasalnya tidak ada jaringan pipa yang masuk di sana selain milik PT BAL. “Kami berdua bertanggung jawab atas keputusan yang kita ambil terkait dibukanya kembali keran air PT BAL yang dijalankan GNE. Silakan warga membuat surat dan kami akan tanda tangani,” ungkap Irawan.

Alasan kebijakan ini yakni kemanusiaan karena setelah mendengar langsung dari masyarakat bahwa selama enam hari mengalami krisis air bersih lantaran ditutupnya opersional PT BAL.

Kadis PMPTSP NTB Muhammad Rum menambahkan, dirinya juga bersedia menandatangani surat pernyataan dibukanya lagi air PT BAL untuk melayani kebutuhan air bersih di Gili Meno. Alasannya juga demi kemanusiaan. “Saya siap menandatangani surat pernyataan itu juga tapi khusus untuk Gili Meno, tidak untuk Trawangan,” ucapnya.

Baca Juga :  Lobar Trauma dengan Janji Investor Kembangkan Sekotong

Sementara itu, Direktur PT GNE Syamsul Hadi mengatakan bahwa pihaknya siap membuka kembali keran air PT BAL di Gili Meno untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Hanya saja pihaknya meminta jaminan berupa surat izin yang dicabut dikembalikan lagi. Karena menurut Hadi, surat izin itulah yang menjadi dasar untuk dioperasionalkannya kembali PT BAL yang sudah dicabut izinnya oleh PMPTSP. “Saya tidak ingin berkomentar karena kami tunduk terhadap keputusan Gubernur,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah mengatakan bahwa untuk pendistribusian air bersih untuk Gili Trawangan sudah tidak ada masalah. Sebab air tawar hasil pengolahan air laut sudah siap dari PT TCN. Yang berat itu untuk pendistribusian air bersih ke Gili Meno karena jaringannya belum tersedia.

Pihaknya pun berencana akan memulai pemasangan jaringan pipa bawah laut pada tahun 2023 mendatang dari Gili Air ke Gili Meno. Adapun di Gili Air, PDAM sudah masuk menggunakan pipa bawah laut dari daratan.

“Kami rencananya memasang pipa dengan ukuran 4 inci dulu. Kalau mau aman sebenarnya 6 inci tetapi untuk memenuhi kebutuhan dasar ini 4 inci sudah cukup sebenarnya. Kalau jaraknya itu sekitar 1,5 km,” bebernya. (der)

Komentar Anda