Pembukaan MTQ Sukses dan Meriah

MATARAM – Acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVI di Islamic Center (IC) Kota Mataram berlangsung sukses dan meriah pada Sabtu malam (30/7).

Di hadapan ribuan tamu undangan di dalam lokasi dan puluhan ribu masyarakat NTB yang datang, Presiden RI Joko Widodo membuka secara resmi perhelatan akbar sekali dalam dua tahun itu.Puluhan ribu masyarakat NTB memadati lokasi.

Pelaksanaan MTQ merupakan kali kedua di NTB setelah pada tahun 1973 sukses menjadi tuan rumah.Hadir seluruh kafilah dari 34 Provinsi, pimpinan lembaga negara, para duta besar perwakilan negara sahabat, menteri kabinet kerja, Sekjen Rabithah Alam Islami Yang Mulia Abdullah Abdul Muhsin Atturki, Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad, Guburnur se-Indonesia, Kepala SKPD NTB, DPRD NTB dan lain-lain.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dalam laporannya mengatakan, menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ Nasional merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan bagi seluruh masyarakat NTB. "Seluruh masyarakat NTB menyambut dengan suka-cita pelaksanaan MTQ ini. Terimakasih tak terhingga kepada Bapak Presiden yang telah memenuhi janjinya untuk hadir langsung dalam acara pembukaan MTQ,” ujar Gubernur.

Gubernur tidak lupa pula menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat NTB yang mendukung kesuksesan MTQ. Suka-cita pelaksanaan MTQ benar-benar dirasakan oleh seluruh agama, semua kelompok dan setiap golongan. Hal itu menunjukkan keberagaman di NTB sudah sangat baik. Rasa toleransi sangat terasa pada pelaksanaan MTQ XXVI. "Saudara kita dari semua agama membantu pelaksanaan MTQ, warga Tionghoa juga ikut berpartisipasi dengan memasang lampion di sepanjang ruas jalan di wilayah Cakranrgara," terangnya. Dituturkan, beberapa waktu yang lalu dirinya menerima tawaran dari para petinggi agama lain untuk membantu pelaksanaan MTQ.

Pembukaan MTQ kali ini juga dibarengi dengan pembukaan Konferensi Islam Internasional Washatiyyah yang diikuti 13 negara islam. Kergiatan tersebut merupakan kerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Rabithah Alam Islami.

Sekjen Rabithah Alam Islami, Yang Mulia Abdullah Abdul Muhsin Atturki saat memberikan sambutan mengaku sangat bangga datang ke NTB. Masyarakatnya yang beragam mampu berjalan bergandengan tangan. “Ini sesuai dengan tujuan pelaksanaan konferensi Islam, bagaimana menyebarkan ajaran agama yang humanis, toleran dan tidak mengajarkan kekerasan,” katanya dalam bahasa Arab.

Menteri Agama RI Lukman hakim saifuddin menyebut, perhelatan MTQ terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. MTQ bukan hanya kegiatan yang menampilkan perlombaan seni suara semata namun juga sebagai forum ilmiah yang menafsir, menalar dan mengamalkan ayat ayat Allah SWT.

MTQ lanjutnya, bisa menjadi wadah melestarikan cara berdakwah Wali Songo. Terutama melalui tilawah dengan seni baca yang akan membuat siapapun yang mendengar sangat menikmati lantunan ayat-ayat suci Alqur’an.

Pihaknya juga terus berbenah agar pelaksanaan MTQ semakin lebih baik dan berintegritas. “MTQ terus berkembang, dulu awalnya hanya tilawah saja sekarang sudah tujuh cabang dilombakan,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan MTQ kali ini bisa berlangsung lancar, aman dan tertib. Panitia juga telah berinovasi untuk meminimalisir kecurangan dengan menerapkan system E-MTQ. “Tema MTQ yaitu MTQ mewujudkan revolusi mental dalam rangka pengamalan Islam rahmatallil’alamin. Semoga tema ini bisa kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari ini dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” harap Lukman Hakim.

Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi. Berbagai pertunjukan memeriahkan malam pembukaan MTQ seperti menampilkan music tradisional gendang beleq, tarian kolosal, kembang api, penampilan musisi papan atas Bimbo dan Vidi Aldiano yang diiringi oleh orkestra Purwacaraka.

Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo sebelum membuka acara berpesan kepada seluruh kafilah bahwa pelaksanaan MTQ tidak hanya soal prestasi, tetapi yang paling penting adalah mensyiarkan agama Islam. “Prestasi itu utama, tetapi ada yang lebih utama yaitu syiar Islam,” ucapnya.

Ia berharap seluruh pihak bisa memegang teguh dan mengamalkan kandungan AlQur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Karena ketika kita menggaungkan Alquran, maka sebenarnya kita sedang mengagungkan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kesalehan sosial, nilai-nilai yang mengutamakan pembelaan pada yang lemah, mengutamakan pembelaan yang fakir dan mengutamakan pembelaan kepada yang miskin. Bukan nilai-nilai keserakahan seperti mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya," kata Presiden.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid