Pembebasan Lahan Global Hub Diwacanakan

Son Diamar (HER MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–PT Diamar Mitra Kayangan selaku penggagas Global Hub kembali mewacanakan pembebasan lahan di wilayah Kayangan dan Bayan.

Direktur PT Diamar Mitra Kayangan Son Diamar mengungkapkan, berdasarkan izin lokasi dan pemanfaatan yang sudah diterbitkan, pihaknya memiliki waktu hingga September 2021 ini untuk melakukan tahapan. Maka dari itu, setidaknya sekitar 2.000 hektare atau 2.500 hektare yang nantinya akan dilakukan pembebasan terlebih dahulu.

Pihaknya juga akan mendiskusikan hal ini dengan pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu. “Langkah saya sekarang akan segera membebaskan lahan yang kita segera bahas dengan Pak Bupati. Administrasi pertanahannya harus klir dulu baru kita bisa dapat investor,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Banyak Jalur Tikus, KLU Layak Punya BNNK

Dijelaskannya, PT yang ia pimpin akan membayar lahan warga dengan standar harga yang sesuai. Namun terdapat opsi untuk masyarakat, apakah lahan yang akan dijual mesti dibayar lunas atau dengan sistem cicil.

Jika masyarakat bersedia maka akan segera dibuatkan surat hak guna bangunan (HGB). Namun demikian, bukan berarti masyarakat harus tergusur usai lahan mereka diakusisi, justru dibangunkan rumah yang artinya mereka hanya pindah lokasi saja. “Kalau masyarakat bersedia keuntungan yang tadinya diharapkan, masyarakat tidak digusur melainkan dipindahkan ke lokasi yang lebih baik plus dibuatkan kompleks. Selain itu mereka juga akan mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Diakuinya, kebutuhan lahan untuk Global Hub ini berkisar 7.000 hektare yang akan mengambil lahan di lima desa. Hanya saja, lantaran terkendala modal, apalagi megaproyek ini tidak dibiayai oleh APBN, maka dicarilah investor. Saat ini, sudah ada investor asal Uni Emirat Arab (UEA) dan dari Korea yang berniat menanamkan modalnya untuk Global Hub tersebut.

BACA JUGA :  KLU Bakal Kena Imbas Pemotongan DAU Lagi

Investor dari Dubai ini ingin membangun kota baru dan diisi dengan pelabuhan yang akan terkoneksi dengan pelabuhan di Dubai, sehingga akan melayani asia pasfik. Perkiraannya, proyek ini memerlukan paling tidak Rp 45 triliun. Kini sedang diupayakan Rp 3,5 triliun untuk langkah awal. “Kita akan terus perjuangkan,” katanya. (flo)