Pasien Terindikasi Covid-19 di NTB Meningkat

DIskominfotik NTB
SUMBER DATA : Diskominfotik Provinsi NTB terkait Update Covid-19.
Advertisement

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kembali mengumumkan jumlah pasien terindikasi Covid-19. hingga kini sudah mencapai 171 Orang yang tersebar di kabupaten/kota se NTB ditambah warga negara asing (WNA). Hal ini berdasarkan data dimiliki Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB yang meng-update data pukul 18:00 Wita, Jumat (20/3).

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid 19 Provinsi NTB H Ahsanul Khalik menyebut bahwa update data Covid-19 di NTB sampai 18 Maret 2019 pada pukul 17:32 Wita, ada 134 orang yang terindikasi Covid-19, positif 0 Covid-19.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan data yang dia update terakhir sampai saat ini, dengan merincikan status pasien. Ada 17 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 10 orang dengan hasil laboratorium nya negatif dan 7 orang masih hasil laboratorium. Sedangkan ada 154 Orang Dalam Pemantuan (ODP).

Kota Mataram, beber, Gede yang terindikasi Covid-19 sebanyak 23 orang, jumlah PDP sebanyak 4 orang, 3 orang selesai dalam pengawasan, 1 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan jumlah ODP sebanyak 19 orang, 7 selesai dalam pemantuan dan 12 orang masih dalam pengawasan.

Selanjutnya, Kabupaten Lombok Barat, sebanyak 9 orang, jumlah PDP sebanyak 1 orang, 1 orang selesai dalam pengawasan dan sudah tidak ada pasien yang masih dalam pengawasan. Sementara jumlah ODP sebanyak 8 orang, 2 orang selesai dalam pemantuan, 6 orang masih dalam pengawasan. Kabupaten Lombok Tengah, sebanyak 8 orang, jumlah PDP 2 orang, 2 orang selesai dalam pengawasan dan sudah tidak ada pasien yang masih dalam pengawasan. Sementara jumlah ODP sebanyak 6 orang, 4 orang selesai dalam pemantuan, 2 orang masih dalam pengawasan.

Kemudian, Kabupaten Lombok Utara sebayak 4 orang, jumlah PDP 1 orang, selesai dalam pengawasan tidak ada, yang ada hanya 1 orang yang masih dalam pengawasan. Sedangkan jumlah ODP sebanyak 3 orang, selesai dalam pemantuan tidak ada, tetapi 3 orang masih dalam pengawasan. Selanjutnya, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 37 orang, jumlah PDP 4 orang, 1 orang selesai dalam pengawasan, 3 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan pasien ODP sebanyak 33 orang, 14 selesai dalam pemantuan dan 19 orang masih dalam pengawasan.

Sementara di untuk kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 15 orang, jumlah PDP 1 orang, 1 orang selesai dalam pengawasan, tetapi tidak ada yang masih dalam pengawasan. Sedangkan pasien ODP sebanyak 14 orang, 13 selesai dalam pemantuan dan 1 orang masih dalam pengawasan. Kabupaten Sumbawa sebanyak 36 orang, tetapi tidak DPD dan selesai dalam pengawasa sudah tidak ada maupun yang masih dalam pengawasan. Sementara jumlah ODP sebanyak 36 orang, 35 selesai dalam pemantuan dan 1 orang masih dalam pengawasan.

Selanjutnya, Kabupaten Dompu sebanyak 6 orang, jumlah DPD 1 orang, tetapi selesai dalam pengawasan tidak ada, namun 1 orang masih dalam pengawasan. Sementara jumlah ODP sebanyak 5 orang, 4 selesai dalam pemantuan dan 1 orang masih dalam pengawasan. Kabupaten Bima sebanyak 16 orang, 1 orang selesai dalam pengawasan, tetapi tidak ada yang masih dalam pengawasan. Sedangkan jumlah ODP sebanyak 15 orang, 1 selesai dalam pemantuan dan 14 orang masih dalam pengawasan.

Sedangkan, Kota Bima sebanyak 3 orang, tetapi tidak DPD dan selesai dalam pengawasa sudah tidak maupun yang masih dalam pengawasan. Sementara jumlah ODP sebanyak 3 orang, 1 selesai dalam pemantuan dan 2 orang masih dalam pengawasan. Terakhir WNA sebanyak 14 orang, jumlah PDP 2 orang, 2 orang selesai dalam pengawasan dan tidak ada masih dalam pengawasan. Sedangkan jumlah ODP sebanyak 12 orang, 10 selesai dalam pemantuan dan 2 orang masih dalam pengawasan. “1. Hingga Jum’at 20 Maret 2020, Provinsi Nusa Tenggara Barat masih aman dari positif covid-19,”ucapnya.

Terkait status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Bima yang meninggal di RSUD Kabupaten Bima pada 19 Maret 2020 kemarin, jelasnya, belum ada hasil tes laboratorium dari Surabaya terkait covid-19.

“Namun, berdasarkan hasil Laboratorium Rumah Sakit Bima, PDP tersebut meninggal dikarenakan penyakit bawaan, yakni TBC dan Ginjal,”ucapnya. (sal)

BACA JUGA :  LPMP NTB Bentuk Sekolah Model
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid