Pantang Pulang Sebelum Api Padam

Di Kota Mataram, petugas pemadam kebakaran tidak hanya laki-laki, ada juga perempuan. Sama saja, mereka pantang pulang sebelum api padam.

 


SUDIRMAN-MATARAM


 

Setiap hari tampak petugas pemadam kebakaran di Jalan Bung Karno menngecek alat-alat mereka. Ada juga sebagian pemadam yang berlatih menjinakkan api. Ada anggota yang mengecek kesiapan mobil air.

Diantara puluhan petugas pemadam, ada yang bernama Gusti Ayu. Ia selama ini dikenal sebagai perempuan tangguh, bersama anggota lainnya terjun memadamkan api saat kebakaran terjadi.

Perempuan ini selalu bersemangat saat bekerja. Bagi ayu, pemadam kebakaran adalah pekerjaan mulia. Ia dan rekan-rekannya harus siap siaga 24 jam. “ Petugas harus siap siaga. Pantang pulang sebelum api padam saat menjalankan tugas,” ungkapnya saat ditemui kemarin.

Ia dikenal sebagai salah seorang petugas yang rajin. Sebagai srikandi di kantornya, ia menyampaikan suka dukanya. “ Banyak sukanya, karena penuh tantangan. Dukanya banyak juga saat menjalankan tugas apalagi saat malam hari harus tetap keluar meski sudah larut malam,” ungkapnya.

Ayu bergabung menjadi petugas pemadam kebakaran sejak tahun 2012. Ia rajin latihan ekstra untuk mempersiapkan diri ketika ada musibah kebakaran. Kesiapan fisik menjadi hal utama.

Kepala Pemadam Kebakaran Kota Mataram H. Abdul Kadir mengatakan, Ayu dan teman-temannya bukanlah sekedar pemanis. Peran mereka di lapangan sangat dibutuhkan. Ia mencontohkan Ayu yang memiliki skill tambahan sebagai petugas PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). “Biasanya pas kebakaran yang sering histeris itu ibu-ibu, perempuan. Nah mereka lebih terbuka ketika oleh sesama perempuannya,” terang Kadir.

Ia menyampaikan di kantornya ada dua petugas pemadam perempuan, masing-masing Ayu dan Baiq Hartini Utami. Keduanya adalah perempuan tangguh. Mereka aktif menjalankan tugas di lapangan. “ Keduanya tidak mau kalah dengan kaum adam,” ujarnya.

Kedua srikandi ini cukup memberikan semangat kepada petugas laki-laki.(*)

BACA JUGA :  Bangunan Taman Budaya Terbakar