OJK, Bank Mandiri dan Bank NTB Syariah Siap Pulihkan Ekonomi NTB

OJK
MEMBANTU NTB : Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (tengah) bersama Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dan Dirut Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo saat menggelar pertemuan di kawasan wisata Mandalika, Lombok, Minggu (8/11).

PRAYA – Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, bersama Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dan Dirut Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo melakukan pertemuan dengan Gubernur  NTB H Zulkieflimansyah membahas upaya pemulihan ekonomi NTB dari dampak pandemi Covid – 19.

“Pertemuan ini untuk melihat ruang-ruang yang OJK bersama industri jasa keuangan bisa bantu ekonomi NTB bangkit, karena dampak pandemi ini harus diatasi dengan kebijakan yang tidak biasa,” kata Wimboh Santoso dalam pertemuan yang digelar di kawasan wisata Mandalika, Lombok, Minggu (8/11).

Menurutnya, pemulihan ekonomi nasional bisa dipercepat dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang masih memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan. Pertemuan dengan Gubernur NTB ini merupakan rangkaian kunjungan Ketua Dewan Komisioner OJK untuk melihat langsung kondisi perekonomian daerah dan mendiskusikan program-program pemulihan ekonomi yang bisa dilakukan OJK bersama Pemda dan industri jasa keuangan.

Sebelumnya pada Jumat dan Sabtu (6-7/11), Wimboh Santoso melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Labuan Bajo, NTT dan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar.

Wimboh Santoso menawarkan perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo mengatakan selama ini OJK sudah secara rutin memberikan dukungan terhadap upaya Bank NTB NTB Syariah dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perikanan dan peternakan.

“Selama ini memang ada keterbatasan dalam menampung produk-produk yang dihasilkan karena belum ada ekosistem yang dibangun,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan siap memberikan likuiditas yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian NTB, khususnya di KUR dan pendanaan jangka panjang untuk membangun industri sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyambut baik kesiapan OJK, Bank Mandiri dan Bank NTB Syariah, karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat NTB yang sudah dijalankan dalam berbagai program pembangunan seperti pengembangan BUMDes dan kawasan pangan.

“Mudah-mudahan dengan tawaran OJK ini kualitas ekonomi NTB semakin baik dan warga NTB bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” kata Gubernur Zul.

Hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp 1,35 triliun untuk 23.045 debitur Bank Umum. Sementara debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur dengan nilai Rp 252,66 miliar. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp 1,38 triliun.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp 914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp 361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp 552,69 triliun. (luk)

 

BACA JUGA :  Asosiasi Pengusaha Minta OJK Beri Keringanan Kredit