Mohan dan Keluarga Nyoblos di TPS 6 Mataram Timur

Hujan dan Gerimis Warnai Pencoblosan di Pilkada Mataram

NYOBLOS: Bakal Calon Wali Kota mataram H Mohan Roliskana mematuhi protokol kesehatan saat mencoblos. (sudir/radarlombok.co.id)

MATARAM-Pelaksanan pencoblosan Pilkada Kota Mataram kini tengah berlangsung, dengan penerapan protokol kesehatan tetap diutamakan.

Demikian para Paslon Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram, terus memberikan contoh kepada masyarakat, agar tidak Golput.

Seperti salah satu bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, saat menuju TPS 6 Kelurahan Mataram Timur, Jalan Kali Brantas Nomor 2. Dengan didampingi istri, ND Kinastri Mohan Roliskana dan anaknya, juga telah melakukan pencoblosan, dengan datang lebih pagi sekitar pukul 08.00 Wita, Rabu Kemarin (9/12/2020).

Meski diwarnai hujan, semangat masyarakat Kota Mataram menyalurkan hak pilihnya dinilai masih tinggi.

Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin mengatakan, untuk partisipasi pemilih secara umum di 725 TPS sangat memuaskan. “Para pemilih tetap menjalankan protokol kesehatan, sesuai dengan arahan dari KPPS,” katanya.

Masyarakat tentunya juga harus tetap menjalankan aturan yang sudah ditetapkan. Termasuk para Paslon memberikan contoh pada pemilih.

Tentunya, tahun ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Karena pandemi Covid-19, ada beberapa tips yang harus dilalui pemilih.

Ketika masuk TPs, harus menggunakan sarung tangan, pemeriksaan suhu tubuh. “Kalau ada yang sakit bisa dibilik khusus,” jelasnya.

Untuk waktu, kata Husni, sudah ditetapkan dari pukul 07.00 Wita sampai 13.00 Wita. Sementara bagi yang menggunakan e-KTP diberikan waktu dari pukul 12.00 Wita.

Semua paslon dari empat pasangan sudha menyalurkan hak pilih mereka, rata-rata mereka datang pagi. Termasuk pejabat daerah di Kota Mataram, sudah ada di beberapa TPs sesuai domisili. “Kita tetap imbau masyarakat jangan Golput. Jangan lengah protokol kesehatan,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada Kota Mataram, Lalu Martawang menambahkan, untuk pemantauan secara ketat terus dilakukan, dan pengawas juga terus intens di semua TPs.

“Kita imbau masyarakat tetap salurkan hak suaranya. Satu suara menentukan masa depan Kota Mataram lima tahun ke depan,” katanya. (dir)