Menteri PUPR: “Hydropower” Sungai Kayan Bisa Jadi Sumber Listrik IKN

Basuki Hadimuljono (ANTARA/HO-KEMENTERIAN PUPR)

JAKARTA (ANTARA)–Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hydropower dari Sungai Kayan, Kalimantan Utara, dapat menjadi salah satu sumber pasokan listrik untuk Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kalimantan Utara.

“Energi listrik yang dihasilkan hydropower dari Sungai Kayan, Kalimantan Utara tidak hanya untuk mentenagai kawasan industri energi hijau di Kalimantan Utara, namun juga bisa menjadi salah satu sumber pasokan listrik untuk IKN Nusantara di Kalimantan Timur,” ujar Basuki dalam seminar yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.

Basuki mengatakan, hydropower dari Sungai Kayan di Kalimantan Utara tersebut bisa memasok listrik ke kawasan industri energi hijau Kalimantan Utara. “Pemerintah membangun kawasan industri energi hijau dengan menggunakan sumber energi hydropower dari Sungai Kayan di Kalimantan Utara,” katanya.

Baca Juga :  PUPR: Pembangunan Rusun ASN di IKN Jaga Kelestarian Lingkungan

Dia menambahkan, potensi listrik yang dihasilkan dari hydropower tersebut sekitar 1.375 Gigawatt (GW).

Berdasarkan Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara,IKN menjadi mesin penggerak perekonomian bagi Kalimantan dan menjadi pemicu penguatan rantai nilai domestik di seluruh Kawasan Timur Indonesia.

Pembangunan IKN menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih strategis dalam jalur perdagangan dunia, aliran investasi, dan inovasi teknologi.

Baca Juga :  OIKN: "Groundbreaking" Rumah Sakit Sampai Mal di IKN Pekan Depan

Selain itu, IKN juga akan menjadi percontohan bagi pengembangan kota yang hijau dan berkelanjutan yang didorong oleh penerapan teknologi terkini.

Visi “Kota Dunia untuk Semua” tidak hanya menggambarkan masyarakat yang akan tinggal di IKN pada masa depan, tetapi juga kondisi lingkungan yang akan dipulihkan dan dipertahankan.

Visi “Kota Dunia untuk Semua” diturunkan ke dalam tiga tujuan utama yakni IKN sebagai simbol identitas nasional, IKN sebagai kota berkelanjutan di dunia, dan IKN sebagai penggerak ekonomi Indonesia pada masa depan. (Suharsana Aji Sasra J C/Ahmad Wijaya)

Komentar Anda