Menikmati Wisata Air Di Lombok Utara

Dam Santong terletak di Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Membutuhkan waktu sekitar 35 menit dari pusat Ibu Kota KLU, Tanjung untuk mencapai lokasi ini. Seperti namanya, dam, merupakan bendung yang berfungsi mengatur aliran air. Namun karena lokasinya yang masih dipenuhi rimbun pepohonan dengan bebatuan alami di sepanjang sungainya, maka menjadikan Dam Santong sebagai salah satu alternatif wisata air yang tidak kalah sensasinya. Apalagi airnya cukup dingin dan jernih.

 


ZULKIFLI-TANJUNG


 

SUMBER aliran air Dam Santong adalah dari aliran sungai yang merupakan pertemuan sejumlah mata air di Kawasan Hutan Lindung Rinjani Barat atau juga Taman Nasional Gunung Rinjani. Debitnya yang cukup besar dimanfaatkan pula untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) dengan kapasitas 1 MW.

Airnya sendiri cukup dingin dan jernih dengan banyak bebatuan besar di sepanjang alirannya. Kemudian sisi kiri dan kanan merupakan tebing tanah. Jika debit aliran air cukup besar, maka air bisa langsung melewati aliran sungai utama melalui Dam Santong, tetapi jika debit kecil hanya mampu mengalir ke sisi kirinya melewati kanal beton dengan lebar kurang lebih 2,5 meter untuk dialirkan sebagai sumber irigasi ke sawah-sawah di Kecamatan Kayangan.

Kedalaman aliran sungai utama yang sudah melewati Dam Santong dengan kanal, mencapai belasan meter. Dari atas kanal yang di sisinya merupakan jalan masuk menuju Dam Santong, kita bisa melihat bebatuan alami membentuk kolam-kolam dengan aliran air yang tidak terlalu besar. Lokasi bebatuan itu pun menjadi lokasi yang sangat bagus untuk mengambil foto jika bersama teman atau pasangan yang halal.

Namun aliran air di kanal ini pun tidak kalah sensasinya. Jika pengunjung ingin mandi, bisa di aliran sungai utama berbatu ataupun di kanal ini, karena alirannya juga tidak terlalu deras. Namun sayangnya di lokasi sendiri, belum ada warga yang menawarkan jasa wisata olahraga air seperti ban, atau perahu karet. Tapi jika memiliki ban atau perahu karet sendiri, tentu sangat asyik jika dipergunakan di kanal ini. “Aliran airnya tidak deras, dingin, jernih juga, jadi asyik lah,” ujar Andre salah seorang mahasiswa dari Mataram. (*)