MENIKMATI KEINDAHAN ALAM BUKIT PAL JEPANG DI DESA SAPIT

PUNCAK: Salah seorang pendaki asal Lombok Tengah saat berada di puncak bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, kemarin. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

Bukit Pal Jepang di Desa Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, menjadi incaran wisatawan. Hal ini karena bukit tersebut mampu menyugugkan keindahan. Mulai dari hamparan rumput ilalang saat perjalanan dan saat di puncak serasa berdiri di atas awan.


M HAERUDDIN-LOMBOK TIMUR


 

PAGI hari, udara di desa tua yang serasa sangat dingin. Saat itu, para pendaki atau wisatawan bermulai untuk menikmati bukit Pal Jepang yang menjulang tinggi ditutupi asap tebal itu. Sebelum memulai mendaki, mereka mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke atas dan tidak lupa sarapan.

Seperti pendaki asal Desa Jago, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Riki Aditya Ramdani. Beberapa waktu lalu, ia bersama rekan sekampungnya pergi untuk menikmati keindahan alam di bukit itu. Perjalanan dari rumah menuju bukit Pal Jepang di Lombok Timur ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Ia berangkat sekitar pukul 05.00 Wita atau pagi dan sampai di lokasi sekitar pukul 08.40 Wita. “Sekitar jam sembilan lebih, saya melangkahkan kaki untuk menuju bukit. Di dalam perjalanan saya bertEmu dengan para pendaki lain. Baik yang naik maupun yang sudah turun dan memang di bukit Pal Jepang terdapat beberapa pos pemberhentian untuk beristirahat,” ungkap Riki Aditya Ramdani kepada Radar Lombok, Minggu (15/8).

BACA JUGA :  Perjuangan Baiq Gita di Ajang LIDA Indosiar

Ia menceritakan. untuk bisa menikmati keindahan bukit itu, dirinya juga harus melewati hutan. Sebelum memasuki kawasan hutan, mereka disuguhkan dengan pemandangan persawahan dan aktivitas para petani di kaki bukit Pal Jepang. Di sana para pendaki bisa melihat secara langsung hamparan sawah yang menanam berbagai sayuran. “Di hamparan sawah itu terdapat sayuran seperti bawang, tomat, cabai, dan masih banyak lagi. Setelah melewati kawasan perkebunan, mulailah kita masuk di kawasan hutan,” ceritanya.

Saat itu, dirinya bersama pendaki lainnya menghabiskan perjalanan waktu untuk melewati kawasan hutan sekitar 3-4 jam. Lambatnya perjalanan mereka karena jarang mendaki selama ini. Semua itu berpengaruh terhadap waktu tempuh untuk bisa sampai di bukit itu. “Setelah melewati kawasan hutan, kita keluar dan disuguhkan oleh hamparan rumput ilalang di sekitar jalan itu. Begitu juga dengan keindahan laut yang dapat kita lihat dari atas ketinggian. Perjalanan dari kaki bukit Pal Jepang menuju puncaknya saya habiskan sekitar enam jam lebih,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kisah H Abdul Kasim Berhaji dan Kuliahkan Anak Dari Hasil Penjualan Gula Merah

Ia mengaku, tantangan yang mereka hadapi selama perjalanan yakni pada saat diterpa oleh hujan dan jalannya menjadi sangat licin. Selain itu tantangan lainnya mereka harus kehabisan air minum pada saat naik karena dengan kehausan di perjalanan. Terlebih rasa lelah yang terus mengikuti, apalagi di saat mereka sudah keluar dari kawasan hutan itu, panas mulai menghampiri dan juga jalan yang cukup curam ketika hujan sudah turun. “Tapi semua lelah itu menjadi hilang setelah melihat keindahan dari atas bukit seperti berada di atas awan, karena awan mengelilingi kita. Selain itu, kita dapat melihat laut dan juga Kabupaten Lombok Timur dari atas ketinggian. Tapi yang perlu dibenahi lokasi camp yang masih tidak terlalu besar,” tandasnya. (**)