Mengunjungi Jamaah Haji Kloter Pertama

Hari ini pukul 09.00 Wita Jamaah Calon Haji (JCH) NTB kloter pertama akan diberangkatkan ke Jeddah. Sebanyak 354 JCH yang akan berangkat pertama kali semuanya berasal dari Lombok Tengah. Banyak diantara mereka telah lanjut usia (Lansia).

 


AZWAR ZAMHURI – MATARAM


 

Gedung Asrama Haji NTB yang berada di Jalan dr Seodjono lingkar selatan sudah mulai menjadi pusat perhatian masyarakat. Para pedagang kaki lima  sudah bertebaran di pinggir-pinggir jalan, keluarga JCH tak henti-hentinya datang ke gedung tersebut untuk bisa sekedar melihat dan bersalaman.

Tradisi ini tidak terjadi lagi. Penjagaan begitu  ketat di sekitar gedung maupun di dalam gedung. Tidak mudah untuk bisa bertemu dan mengucapkan  sepatah dua patah kata seperti dahulu.

Senin sore kemarin (22/8), puluhan JCH nampak mondar-mandir di dalam gedung Asrama Haji. Samar-samar terdengar suara panggilan dari Tim Medis menyebut nama JCH. Semuanya memang harus diperiksa kembali kesehatannya, baik fisik maupun psikis.

Ketika Radar Lombok menyambangi kamar para JCH, yang terlihat wajah-wajah bahagia karena akan pergi ke rumah Allah. Namun ada pula yang nampak kelelahan karena usia tak muda lagi. Parahnya, beberapa JCH sedang dalam kondisi tidak sehat.

Namanya Khadijah Binti Tuhur asal Desa Aik Mual Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Khadijah salah satu JCH Lansia yang tengah terkapar sakit tak berdaya, ia mengaku usianya sudah lebih dari 80 tahun. "Sakit kepala saya di bagian belakang," ungkapnya menggunakan bahasa Sasak.

Dengan suara tertatih dan samar, Khadijah mengaku sudah menderita sakit tumor di belakang kepalanya sejak 6 tahun terakhir. Di usianya yang sudah Lansia, dalam kondisi berbaring saja Khadijah sangat kelelahan. "Penglihatan saya kurang jelas, saya merasa lelah, sulit bernafas," tuturnya.

Meskipun dalam kondisi yang seperti itu, semangat Khadijah tidak sedikitpun menciut. Ia tetap ingin bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima. Itu adalah cita-cita dan harapannya yang tak boleh apapun menjadi penghalang.

Sudah sangat lama ia menantikan momentum ini, berangkat menunaikan ibadah haji dan menyempurnakan diri sebagai muslim. Sakit dan lelah baginya adalah ibadah yang harus dijalani dengan ikhlas. "Saya akan tetap pergi, saya sangat ingin pergi sejak lama," katanya.

Ibadah haji ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Khadijah. Satu hal yang terus ia lakukan saat ini, berdo'a dan berdo'a agar diberikan kesehatan serta dilancarkan dalam menjalankan ibadah haji.

Oleh karena itu, berbagai obat diminum dan pemeriksaan kesehatan diikuti terus. Khadijah tidak ingin momentum mendatangi rumah Allah gagal karena kelemahan fisiknya di usia yang tua. "Saya tetap minum obat, saya rela pakai kursi roda atau apapun asalkan saya tetap bisa laksanakan haji," ucapnya dengan bahasa Sasak sepanjang obrolan.

JCH tahun ini memang banyak yang lansia, untuk kloter pertama JCH tertua atas nama Kamilah Ahmad Dirah yang saat ini telah berusia 90 tahun. Ia berasal dari Bagu, Lombok Tengah.

Beberapa JCH yang lansia meskipun sedang dalam kondisi kurang sehat, tetapi semangatnya sangat kuat. Mereka begitu menikmati setiap detik proses yang akan dilaluinya dalam menjalankan rukun Islam kelima yaitu haji.

Kepala Bidang Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah NTB, Maad Umar yang selalu berada di lokasi menjamin kondisi para JCH. Tim medis sudah disiapkan dengan baik. "Saya nginap disini juga kok, saya harap semua keluarga JCH yang di rumah tetap tenang. Insya Allah semua akan baik-baik saja, kita sudah antisipasi sebaik mungkin semuanya," jawab Ma'ad.(*)