Saat Siswa SLB Negeri Praya Lombok Tengah Unjuk Kebolehan

Keterbatasan Bukan Penghambat Jadi Orang Hebat

Siswa SLB Negeri Praya Lombok Tengah
MENGAGUMKAN:Siswa dan siswi SLBN Praya saat menari Tarian Kemilau Dunia dalam kegiatan temu inovasi inspirasi dari guru se- Lombok Tengah, Senin kemarin (22/1). (M.Haeruuddin/Radar Lombok)

TARIAN Kemilau Dunia yang dipertunjukan dalam  Temu Inovasi Inspirasi dari guru se-Lombok Tengah ternyata mampu menghipnotis ratusan tamu undangan yang hadir. Selain kelihaian para penari itu, penonton juga dibuat bangga oleh para penari yang ternyata siswa berkebutuhan khusus.


M.Haeruuddin-Praya


RATUSAN tamu undangan tidak henti- hentinya bersorak ria dan memberikan tepuk tangan kepada 22 orang penari yang sedang menghibur mereka itu. Nampak para penari tersebut begitu lihai memperagakan beragam atraksi.

Para penari itu ternyata anak- anak yang tidak bisa mendengar dan tidak bisa berbicara.  Namun di balik kekurangan yang ada, mereka mampu membuktikan bagaimana indahnya dunia dan bisa membuat orang tersenyum bahagia atas karya yang ditampilkan itu.

Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus itu  sudah mampu mengharumkan NTB hingga tingkat nasional.“Ini sebagai salah satu upaya kita untuk membuktikan kepada masyarakat, jika anak yang memiliki kebutuhan husus agar jangan hanya dikucilkan. Namun bagaimana  kita harus memberikan semangat  sebenarnya mereka juga mampu seperti layaknya orang normal,” ungkap Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Praya H Sahim kepada Radar Lombok, Senin kemarin (22/1).

Kondisi yang ada saat ini, banyak masyarakat yang menganggap jika orang yang memiliki kebutuhann khusus  tidak bermanfaat. Bahkan tidak jarang orang tua dari anak merasa minder jika memiliki anak yang tidak normal. “Tapi sebenarnya jika kita bina, maka mereka pasti bisa dan bahkan mengalahkan orang yang normal. Mereka bisa melihat bagaimana dunia tersenyum melihat karyanya,”jelasnya.

Bahkan anak didiknya itu tidak hanya tampil di daerah saja. Akan tetapi  sudah pernah tampil hingga tingkat  nasional. Mereka dengan begitu bangga menampilkan tarian di tengah keterbatasannya. “Untuk itu kami meminta kepada masyarakat terutama yang memiliki anak tidak normal, maka jangan berkecil hati karena percaya bahwa mereka juga memiliki kelebihan,”jelasnya.

BACA JUGA :  Mengenal Achintya Nilsen, Miss Indonesia 2017

Pihak sekolah sendiri sudah memberikan pelatihan khusus.  Bahkan anak- anak itu juga sudah diikutkan dalam gerakan seniman masuk sekolah. Bahkan mereka dilatih oleh para seniman yang sangat handal yang didatangkan dari luar Lombok Tengah oleh pihak sekolah. “Pelatihnya merupakan seniman dari Mataram yang membantu selama tiga bulan untuk bisa mementaskan anak- anak kita. Sehingga bisa menampilkan berbagai atraksi di panggung yang sangat baik ini,”jelasnya.

Sahrim salah seorang tamu undangan  merasa bangga atas penampilan yang sudah dilakukan oleh para penari yang ternyata memiliki kebutuhan khusus itu. Diakuinya, jika dirinya tidak menyangka bahwa anak- anak itu penyandang tuna rungu dan tuna wicara. “Ternyata mereka sangat luar biasa. Karena orang normal saja belum tentu bisa melakukan hal itu,”jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar selalu memberikan dukungan kepada mereka. Pasalnya, mereka juga memiliki hak yang sama untuk diperlakukan dengan orang normal lainya. “Ini harus menjadi perhatian dari pemerintah agar mereka selalu mendapat dukungan untuk bisa berkarya dan membanggakan daerah,”jelasnya.(**)