Mengunjungi Desa Wisata Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara

Selalu Ada Spot Baru, Manfaatkan Mantan TKI

Mengunjungi Desa Wisata Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara
INDAH: Suasana Desa Aik Berik begitu indah dengan hamaparan persawahan ditambah dengan destinasi wisata yang sangat banyak pilihan. (M Haeruddin/Radar Lombok)

Potensi wisata Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, tak dapat diragukan lagi. Tak hanya mengandalkan air terjun, tapi juga mulai menjual sejumlah potensi lainnya. Baik yang masih alamai maupun sudah disulap menjadi tempat wisata menarik.


M HAERUDDIN-PRAYA


DESA Aik Berik terletak di ujung utara Kabupaten Lombok Tengah. Bahkan, wilayahnya mencapai sebagian akses menuju Gunung Rinjani. Jarak tempuhnya dari jantung Kota Praya, yakni 27,4 kilometer atau perjalanan sekitar 1 jam lebih. Setelah melewati jalan berliku dan bertebing di antara Desa Aik Bukak menuju Desa Aik Berik, mata pengunjung kemudian akan dimanjakan dengan pamdangan alam hijau marau. Area persawahan yang terbentang luas dengan tebing indah.

Alam pegunungan juga sangat terasa mengingat wilayah itu dekat wilayah hutan. Semua kepenatan rasa terobati ketika mulai menginjakkan kaki di wilayah itu. Yang tak kalah pentingnya, pengunjung akan disajikan sejumlah wisata pilihan di desa itu. Mulai air terjun Benang Setokel, Kelambu, Janggot, kemudian agro jeruk, rifting dan river tubing di jalur sungai Babak hingga jalur tracking Gunung Rinjani.

Dari sederetan tempat wisata pilihan itulah, desa itu banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hebatnya lagi, jika pengembangan wisata di desa itu dilakukan oleh masyarakat lokal. Bagi tamu yang berasal dari luar negeri, akan ditemani langsung oleh warga yang dulunya pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). “Dulu warga desa kami banyak yang merantau menjadi TKI. Sehingga pengalaman bahasa luar negeri itulah yang digunakan mengembangkan pariwisata di desa kami,’’ ungkap Kades Aik Berik Muslehuddin, Sabtu (6/1).

Muslehuddin menjelaskan, perkembangan wisata di desanya tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Dengan ikutsertanya masyarakat, maka keberhasilan destinasi wisata bisa dirasakan dalam rangka mengurangi pengangguran serta menurunkan angka keamiskinan di desa itu. ‘’Warga sekitar yang dilibatkan dalam pengelolaannya. Di mana dari 14 dusun yang ada, rata-rata memiliki potensi wisata yang dikembangkan oleh masyarakat dan desa,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kemeriahan Rangkaian Festival Pesona Tambora 2017