Mengintip Aktivitas RAC, Klub Aeromodelling Pertama di NTB

Yang Fanatik Rakit Sendiri, Seperti Menerbangkan Pesawat Asli

Mengintip Aktivitas RAC, Klub Aeromodelling Pertama di NTB
KUMPUL : Anggota RAC saat berkumpul dalam sebuah kegiatan belum lama ini. (RAC FOR RADAR LOMBOK)

Olahraga aeromodelling belum cukup populer di NTB. Komunitasnya pun belum banyak. Salah satu komunitas yang eksis adalah Rinjani Aeromodelling Club (RAC).


ALI MA’SHUM – MATARAM


AEROMODELLING adalah kegiatan yang menggunakan sarana miniatur (model) pesawat terbang. Kegiatan ini lebih banyak digunakan untuk rekreasi, edukasi dan olahraga. Kini, banyak masyarakat menyebutnya sebagai olahraga kedirgantaraan.

RAC sendiri diklaim sebagai klub aeromodelling pertama yang mendaftar di NTB. Terbentuknya RAC berawal dari berkumpulnya para penghobi aromodelling. Hingga akhirnya RAC mendaftarkan diri secara resmi ke Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (FASIDA) NTB. ‘’Kita baru mendaftar di FASIDA NTB Desember 2017 yang lalu,’’ ujar Ketua RAC, Rangga Askarani kepada Radar Lombok, kemarin.  

Selain untuk mewadahi para penghobi aeromodelling. Komunitas ini terbentuk untuk memjukan olahraga modelling di NTB.  Saat melaksanakan kegiatan aeromodelling ini. RAC berkumpul di eks Bandara Selaparang setiap hari Sabtu. Setelah terbentuk, RAC berpikir untuk tidak hanya melakukan terbang bersama. Kemudian sepakat untuk mendiririkan klub. Saat ini, RAC beranggotakan 25 orang. ‘’Sebenarnya kita sudah lama terbang bareng di eks Bandara Selaparang. Terus kita diberikan izin untuk berkumpul di sana tiap hari Sabtu. Kalau hanya terbang bareng kita tidak akan maju. Makanya kita sepakat membentuk klub,’’ katanya.

BACA JUGA :  Pengalaman Iptu Fathoni, Pernah Bertugas di Darfur Sudan

Rangga juga ingin menepis stigma, bahwa aeromodelling adalah olahraga yang mahal. Klub ini memiliki program untuk mengenalkan kepada masyarakat, bahwa olahraga aeromodelling bukan olahraga mahal jika dilakukan dengan cara yang benar. Misalkan, jika bergabung dengan klub, akan ada senoir yang membimbing dan cara menerbangkan pesawat aeromodelling dengan benar. ‘’Nanti dari sana diarahkan untuk membeli atau merakit pesawat sendiri. Harganya mulai dari Rp 100 ribu sampai tidak terbatas ,’’ terangnya.

Aeromdelling terdiri dari dua jenis. Yaitu jenis pesawat latih dan bertanding. Cara kerja pesawat pengoperasiannya dan dikendalikan oleh remote control. Rata-rata, anggota RAC sudah memiliki peswat sendiri. Bahkan anggota ada yang fanatik dengan pesawat rakitan sendiri. “Karena mereka yang merakit sendiri. Makanya pesawatnya dijaga betul,” katanya.

Aeromedolling kategorinya ada jenis pesawat scale. Yaitu  Pesawat yang meniru bentuk pesawat asli. Kemudian ada juga jenis pesawat latih yang bisa memudahkan pemula untuk belajar menerbangkan pesawat model. Lainnya pesawat lomba terdiri dari beberapa jenis yang diperuntukkan untuk mengikuti perlombaan. “Itu untuk kategori jenisnya,’’ ungkapnya. 

Kedepan, RAC terus berupaya untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak. Ini bertujuan untuk menciptakan dan melahirkan atlet aeromodelling yang bisa mewakili NTB di ajang nasional. “Karena selama ini NTB tidak pernah mengirimkan atletnya untuk mengikuti lomba di ajang nasional. Itu sangat kitab sayangkan,’’ sesal Rangga. 

Sejauh ini, kata dia, Lanud Rembiga sudah membahas untuk menjaring atlet potensial untuk bisa dilatih secara profesional. “Lanud Rembiga sudah setuju untuk membantu untuk mereka yang mau dididik lebih lanjut,” sambung dia.

Kesan bahwa olahraga ini adalah hobi yang mahal diakuinya sebagai kendala. Ini kemudian disiasati dengan sosliasi ke masyarakat. Kendala lainnya, keterlibatan pihak lain untuk bersedia melirik aeromodeling salah satu cabang yang bisa mengangkat nama daerah. “Bayangkan kalau kita didukung penuh. Pasti akan ada atlet dari NTB yang bisa dikirm ke nasional. Karena NTB ini sangat potensial sekali,’’ sebutnya.  

BACA JUGA :  Tidak Minder, Kuncinya Tidak Boleh Takut

RAC untuk terbang sebagai penghobi sudah menyediakan tutor. Namun, untuk meraih prestasi harus menggunakan pihak berkompeten. Seperti FASI atau Fordirga.  ‘’Tapi itu tetap kita komunikasikan dengan mereka.  Ini kita siapkan orang potensial. Tinggal mau dipakai atau tidak,” katanya.

Ia juga membuka membuka kesempatan kepada msyarakat untuk bergabung untuk menerbangkan peswat aeromedolling dengan aman dan benar. Program terdekat mengajak pelajar untuk mengenal aeromodeling. ‘’Ini bertujuan agar bisa terjaring dan bisa dibina serta dilatih menjadi atlet. Ini kita kerjakan bersama dengan FASIDA NTB,” imbuhnya.

Banyak manfaat didapatkan dari aeromodelling. Seperti ketelitian dan disiplin. ‘’Meskipun memakai remote. Kita diajarkan seperti menerbangkan pesawat asli. Sebelum terbang diperiksa semua kelengkapan pesawat. Jika ada yang kurang tidak akan terbang,’’ pungkasnya. (**)