Mengenal Tiga Pemuda Pendiri Ojek Online Mataram

Mengenal Tiga Pemuda Pendiri Ojek Online Mataram
ONLINE : Ojek online kini merambah Mataram. Ini adalah salah satu kantor salah satu perusahaan penyedia jasa ojek online. (Zulfahmi/Radar Lombok)

Di balik pro kontra soal keberadaan ojek online di Mataram, ternyata jasa ojek berbasis aplikasi internet sudah ada di Mataram sejak tahun lalu, meski cakupannya masih terbatas hanya untuk kalangan mahasiswa saja.


ZULFAHMI-MATARAM


Fahrurrizki, Fahrudin dan Ririn Rahmayani adalah tiga pemuda yang mendirikan layanan transportasi ojek online pertama kali di Mataram dengan nama Ojek Online Mahasiswa Mataram (ONMA).

Kepada Radar Lombok kemarin, salah satu pendiri ONMA Fahrurrizki menuturkan bagaiamana awal mula layanan jasa ini terbentuk. Saat ditemui di kediamannya di Jalan Scorpio Lingkungan Selaparang Kelurahan Banjar Kecamayan Mataram, Rizki menuturkan bahwa ONMA mulai dipersiapakn sejak tahun 2015. “Ide mendirikan ONMA ini sudah ada sejak tahun 2015,” ungkap Rizki.

Ide ini berawal dari kesulitan mahasiswa waktu itu akan transportasi publik yang nyaman dan praktis untuk mendukung pulang pergi ke kampus. Kalaupun ada angkutan kota, mahasiswa harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke tempat mangkal Angkot. Hal yang sama dengan pangkalan ojek konvensional. “Saat itu saya belum punya sepeda motor, Jadi merasa kesulitan mendapat transportasi,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”boks”]

Ternyata permasalahan yang dialaminya sama dengan yang dialami mahasiswa lain. Demikianlah, kesulitan tersebut justru mereka jadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Mereka kemudian bertemu dan merencanakan kegiatan usaha jasa ojek berbasis online. Waktu itu ojek bisa diakses lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, Line dan Watshapp. Ojek online disambut baik, terutama oleh para mahasiswa.

Jadilah ojek online populer di kampus Universitas Mataram (Unram) dengan memanfaatkan kendaraan mahasiswa yang hanya dipakai ngampus.Dengan ikut tergabung menjadi driver ONMA, maka sepeda motor mereka bisa manfaatkan untuk usaha.” Pada awal berdirinya driver ojek kami hanya 8 orang,” ungkapnya.

ONMA resmi didirikan oleh tiga orang pada tanggal 11 Januari 2016. Hingga kini jumlah driver mencapai 30 orang. Ojek online kemudian menambah penghasilan mereka sehari-hari. Dalam sehari mereka bisa mengantongi rata-rata Rp 50 ribu per bulan. “ Penghasilan mahasiwa tergantung seringnya menerima orderan dari hotline kami,” tegasnya.

Mahasiswa yang menjadi driver pun bukan mahasiswa Unram saja, tetapi mahasiswa kampus lain juga. Dari 30 driver ada sekitar 9 driver perempuan.

Ongkos ojek relatif murah. Misalnya dari Dasan Agung ke Kampus Unram, atau Kekalek ke Gomong hanya Rp 5 ribu. Ketentuan tarif ini tidak baku tetapi masih bisa dinego antara pengguna dengan driver.”Tarif kami tidak baku tetapi masih bisa dinego,” tegasnya.

Begitu juga untuk zona-zona yang lain misalnya dari Unram ke Pagutan atau Pagesangan tarifnya bisa Rp 10 ribu, begitu juga untuk kawasan yang lebih jauh bisa disesuaikan dengan kantong pengguna jasa.

Jasa ONMA tidak hanya jasa antar jemput saja, tetapi setelah melakukan pengembangan kini jasa ojek online ini sudah melayani 10 jenis pelayanan diantaranya Online Go yakni layanan antar jemput ke semua tempat, Online Traveller layanan antara jemput sekaligus pemandu wisata bagi masyarakat atau tamu dar luar NTB, Onine Food yakni untuk pemesanan makanan dan minuman. “ Untuk layanan ini pembayaran bisa dilakukan setelah barang diterima ditempat bisa juga via transfer,” tegasnya.

Dari 10 jenis layanan yang diberikan ada juga Ojek Girl, dimana layanan ini diperuntukkan bagi perempuan, Sebab setelah beberapa  bulan operasi banyak masyarakat yang meminta agar ada driver perempuan. Rizki dan teman-temannya tetap optimis ONMA akan tetap memiliki tempat di hati mahasiswa dan masyarakat. Meskipun saat ini belum menggunakan aplikasi khusus seperti ojek online lainnya. Tetapi karena pelakunya adalah mahasiswa ini akan menjadi nilai tambah dari keberadaan ONMA. Kedepan ia juga akan meresmikan usaha ini dalam bentul badan usaha, sehingga tidak bisa diklaim oleh orang lain.(*)