Mengenal Bripda Lale Hana Rahmania, Polisi yang Menjadi Duta Lingkungan

Ciptakan Lingkungan Bersih untuk Generasi yang Cerdas

Bripda Lale Hana Rahmania
Bripda Lale Hana Rahmania (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

Aktif dalam kegiatan sosial bisa dilakukan oleh siapa saja. Tak terkecuali bagi anggota kepolisian. Seperti Bripda Lale Hana Rahmania. Ia adalah salah satu duta lingkungan NTB 2016. Seperti apa tugasnya?


ALI MA’SHUM—MATARAM


Bripda Lale Hana Rahmania  kini tercatat tercatat bertugas di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Praya Kota Polres Lombok Tengah (Loteng). Sebelumnya, ia bertugas di Satlantas Polres Loteng.

Tidak hanya sebagai anggota polisi,polwan cantik pemilik postur tubuh 160 cm ini salah satu duta lingkungan NTB tahun 2016. Pada pertengahan tahun 2016, ia mengikuti seleksi menjadi duta lingkungan NTB. Hingga akhirnya terpilih dan menjadi runner-up pada bulan Agustus 2016. ” Awalnya waktu itu ditunjuk oleh Kasat Lantas Polres Loteng untuk ikut seleksi dan dapat juara runner- up. Pesertanya kalau tidak salah ada 80 orang,” ujar dara kelahiran 12 Oktober 1996 ini Selasa  kemarin (17/10).

Beberapa pengalaman didapatkan sejak menjadi duta lingkungan. Diantaranya, pergi ke Bali untuk  memperkenalkan wisata NTB. Selain itu, berbagi  pengalaman  mengenai cara pengelolaan limbah di ndonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Bali.

Meski aktif sebagai duta lingkungan, itu tidak mengganggu tugasnya sebagai anggota kepolisian. ” Kegiatan duta lingkungan kebanyakan sore hari. Kalaupun ada kegitan khusus dimintakan izin oleh ketua pengurus duta lingkungan ke Polres Loteng,” ungkap anak kedua dari empat bersaudara ini.

Tugas sebagai duta linkungan tentu berbeda dengan tugasnya sebagai anggota kepolisian. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah buatnya. Menjadi duta lingkungan, ia lebih banyak aktif dalam memperhatikan lingkungan. Sementara di kepolisian, ia ditugaskan di bidang reskrim. Disini, ia lebih banyak mengurus masalah Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).  ” Tentu tidak jadi masalah. Karena kalau sudah terpilih jadi duta berarti kita juga harus siap dengan tugas yang diberikan menjadi duta lingkungan,” jelasnya.

Banyak manfaat yang diperoleh menjadi duta lingkungan. Diantaranya menjadi tahu bagaimana pentingnya menjaga lingkungan. Disamping itu juga mengetahui cara mengelola limbah dan menjaga lingkungan dengan baik. ” Saya juga merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan disamping tugas pokok sebagai polwan,’’ terangnya.

Sebagai duta lingkungan NTB, ia pun tak lupa berpesan dan mengajak masyarakat untuk menjaga linkungan. Karena, lingkungan sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, generasi muda harus bisa berperan aktif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Itu bisa dimulai dengan hal kecil. seperti membuang sampah pada tempatnya.” Mulai saat ini, mari kita bersama menjaga lingkungan kita. Kalau kita mempunyai tekad mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, maka kita termasuk generasi yang cerdas. Mulailah dari hal-hal terkecil,” terang Lulusan SPN Singaraja tahun 2014 angkatan 39 tersebut penuh optimisme.

Ia juga tidak segan-segan mengkampanyekan terkait masalah lingkungan kepada sesama anggota kepolisian. Setidakanya kata dia, bisa memberikan pandangan kepada anggota polisi yang lain bahwa menjaga lingkungan itu penting dan harus memulai dari diri sendiri. ” Dengan ikut andil dalam kegiatan seperti ini, saya ingin merubah pandangan masyarakat tentang citra polisi. Bahwa polisi juga peduli dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Sebentar lagi, tugasnya menjadi duta lingkungan akan berakhir. Meski demikian, dirinya berjanji akan tetap aktif menjaga lingkungan. ‘’ Karena untuk menjaga lingkungan, kita tidak harus menjadi duta dulu baru mempunyai kemauan untuk menjaga lingkungan. Intinya, menjaga lingkungan itu adalah kebutuhan,’’ tandas presenter acara kriminal di salah satu televisi lokal di NTB ini.(*)