Mengenal Sri Maya Dian, Putri Indonesia NTB 2017

putri indonesia
PUTRI INDONESIA NTB: Sri Maya Dian, wakil NTB dalam kontes Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2017. Dia bertekad meraih prestasi di tingkat nasional. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

Kontes Kecantikan Pemilihan Putri Indonesia (PPI) tahun 2017 akan segera digelar. Provinsi NTB telah memiliki perwakilan  asal Kota Mataram, Sri Maya Dian yang merupakan mahasiswi semester II Jurusan Bahasa Inggris, Universitas Mataram (Unram).


AZWAR ZAMHURI – MATARAM


Seorang dara cantik bertandang ke gedung DPRD NTB. Senyumnya tak pernah hilang dari wajah ayunya. Kedatangannya ke gedung wakil rakyat tersebut untuk meminta dukungan dalam menghadapi kontes Pemilihan Putri Indonesia (PPI) tahun 2017.

Dialah Sri Maya Dian, dara asal Pagutan Timur, Kota Mataram yang terpilih mewakili provinsi NTB dalam ajang bergengsi tersebut. Memiliki kecerdasan (brain), pribadi baik (behavior) dan kecantikan (beauty), menjadi kunci utama bisa melanggeng ke kontes yang telah diselenggarakan sejak tahun 1992 itu. “Tidak mudah saya bisa menjadi Putri Indonesia NTB, bersyukur tahun ini bisa terpilih. Karena tahun lalu juga saya ikut audisi tapi hanya juara runner-up,” tutur  dara  kelahiran 4 Desember 1997 ini n kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (23/2).

[postingan number=3 tag=”boks”]

Anak bungsu dari 4 bersaudara ini memang pernah mencoba peruntungan tahun lalu. Namun yang terpilih  Ghea Putri Mulya. Tahun ini, kepercayaan yang didapatkan tidak akan disia-siakan begitu saja. Totalitas adalah kunci untuk mewujudkan mimpi indahnya itu.Dian sendiri bisa terpilih setelah mengikuti audisi di Jakarta pada tanggal 6 Februari lalu. Melalui pendaftaran online, yang mendapat panggilan hanya 3 orang asal NTB. “Kepercayaan ini akan saya wujudkan dengan menorehkan sejarah di Pemilihan Putri Indonesia,” ujar alumnus SDN 41 Mataram ini.

Dian ingin lebih baik dari perwakilan NTB sebelum-sebelumnya. Target 5 besar dipasang untuk memacu semangatnya. “Target saya bisa masuk 5 besar, setidaknya bisa terpilih pada kategori Putri Indonesia Pariwisata dan Putri Indonesia Kepulauan,” kata putri dari pasangan I Komang Wardi dan Ni Nyoman Sri Sucipta ini.

Mengusung target masuk 5 besar, bukan suatu hal mustahil bagi Dian. Di tingkat lokal, prestasinya sudah tidak diragukan lagi. Nama Sri Maya Dian tercatat pernah menjadi juara 1 Dedare Ekspresi tahun 2013. Dian berhasil mengokohkan dirinya menjadi yang terbaik juga dalam ajang Miss Shopie 2014 tingkat regional Indonesia Timur.

BACA JUGA :  Mengenal Putri Ankie, Atlet Renang Kota Mataram di Porprov 2018

Tidak berhenti sampai disitu, pada tahun 2015 lalu, Dian juga menjadi runner-up dalam ajang Terune Dedare Kota Mataram. “Kalau tahun 2016 lalu kan saya ikut Pemilihan Putri Indonesia untuk perwakilan NTB, tapi saya juara dua,” kata alumnus SMPN 2 Mataram ini.

Memiliki banyak pengalaman mengikuti kontes, menjadi ilmu yang sangat bermanfaat bagi Dian dalam menghadapi Pemilihan Putri Indonesia (PPI) tahun ini. Dian memang sangat menikmati dunia modeling yang telah menjadi hobi utamanya sejak duduk di bangku SMAN 1 Mataram.

Selain pengalaman, kegiatan traveling yang sering dilakukannya membuat Dian akrab dengan pariwisata NTB. Berbagai destinasi andalan di Lombok  telah dijajakinya. Kondisi sosial dan budaya suku Sasak, Samawa serta Mbojo pun bukan hal asing bagi gadis bertubuh ramping ini.

Meski telah memiliki segudang pengalaman dan berwawasan luas, rasa percaya diri  masih menjadi masalah baginya. Maklum saja, Dian akan bersaing dengan 33 provinsi yang tentunya mengirimkan orang terbaik di daerahnya masing-masing.

Untuk mengatasi masalah kurang percaya diri tersebut, gadis yang juga hobi berenang ini terus belajar dan berbenah diri. Dian berupaya memantapkan kemampuan public speaking, penguasaan bahasa Inggris dan semakin memperkuat wawasannya tentang dunia pariwisata NTB serta Indonesia.

Itulah salah satu kelebihan Dian yang diakui banyak pihak. Ia sosok yang pantang menyerah, selalu belajar hal-hal baru dalam hidup. “Menari juga salah satu kelebihan saya, intinya saya akan tunjukkan yang terbaik untuk masyarakat NTB,” ujarnya.

Grand final PPI 2017 akan dilangsungkan pada tanggal 31 Maret. Sebelum itu, mulai tanggal 20 Maret, Dian harus mengikuti karantina di Jakarta. “Makanya sejak sekarang saya siapkan diri disini dulu, terus berlatih public speaking, latihan psikotes juga. Karena nanti disana kan kemampuan kita diadu,” ucapnya tenang.

Harapan Dian, Pemerintah Provinsi NTB, Pemkot Mataram dan seluruh lapisan masyarakat memberikan dukungan. Dukungan tersebut sangat penting bagi Sri Maya Dian untuk membawa nama baik NTB di tingkat nasional. Sudah saatnya wakil NTB bukan hanya sebagai penggembira, tapi harus menjadi daerah yang diperhitungkan.(*)