Mataram Dapat Jatah 70 Ribu KIA

MATARAM-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram  gencar  melakukan sosialisasi kepada warga untuk mendaftarkan identitas putra-putri mereka untuk keperluan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Kota Mataram adalah salah satu dari 50 kabupaten/ kota se-Indonesia sebagai percontohan penerapan KIA. Tahun ini Kota Mataram   mendapat jatah 70 ribu KIA.

Staf Direktorat  Pendataan Penduduk Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Toto Prasetyo menargetkan 50 kabupaten/kota sebagai daerah yang merilis program Kartu Identitas Anak (KIA) pada tahap pertama pencanangan KIA. Ia meminta petugas pencatatan sipil dan kecamatan, kelurahan/desa menjemput bola dengan mendata masyarakat serta memperbanyakan terobosan seperti kerja-sama dengan Puskesmas, rumah sakit, maupun klinik bersalin. “ Nanti setiap anak yang lahir akan langsung mendapat akta lahir dan KIA. Bagi yang belum, maka petugas harus menjemput bola melayani pendataan masyarakat,” kata Toto kemarin.

KTP dan akta kelahiran tahun ini harus selesai akhir tahun 2016. Masyarakat wajib memiliki kartu identitas baik dewasa dan anak-anak. Kemendagri sudah menyosialisasikan KIA ini sejak 2 bulan lalu. “ KIA ini gratis. Begitu juga KTP elektronik dan akta kelahiran. Semua wajib terdata untuk menyempurnakan data kependudukan,” jelasnya.

Sesuai dengan Permendagri Nomor 2 tahun 2016, bentuk baru  KIA tidak dikaitkan dengan unsur daerah, melainkan seperti KTP nasional. Saat ini ada 50 kabupaten/Kota di Indonesia yang akan menjadi percontohan dengan total anak 2,4 juta. “ Salah satunya Kota Mataram ada 118 ribu anak. Tapi tahun ini, pemerintah pusat hanya akan memberikan jatah  70 ribu,” ujarnya.

Dengan adanya KIA anak tidak lagi kesusahan saat mendaftar sekolah seperti setiap tahun.” Kalau sudah ada KIA, tinggal daftar saja. Semua dokumen kependudukan anak sudah lengkap, saat umur 17 tahun nantinya bisa beralih ke KTP elektronik, tinggal perekaman sidik jari kembali,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dukcapil Kota Mataram H. Ridwan menambahkan, sasaran KIA sudah mulai dipetakan yakni siswa SMP. Karena salah satunya siswa SMP lebih banyak membutuhkan seperti saat mereka ke bank, maupun pengurusan lainya. “ Kita hanya dapat jatah 70 ribu blanko. Masih kurang dari data anak kita 0-17 tahun ada 118 ribu,” katanya.(dir)

BACA JUGA :  Dukcapil Dapat Jatah Blangko KIA