Masyarakat NTB Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

MUSIM HUJAN: Masa peralihan atau transisi dari musim kemarau ke musim hujan, dapat menyebabkan cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba, sehingga masyarakat diimbau waspada. (BMKG / RADAR LOMBOK)

MATARAM — Badan Meteorologi Klimateologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan wilayah Provinsi NTB mulai memasuki musim pancaroba, yakni transisi dari musim kemarau ke musim hujan.
Artinya, Provinsi NTB saat ini telah memasuki akhir periode musim kemarau 2022. “Masa peralihan musim kemarau ke musim hujan, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi hujan dan cuaca ekstrem, yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini,


Suci menyampaikan curah hujan di wilayah NTB pada dasarian II September 2022 didominasi kategori rendah di bawah 50 mm/dasarian. Terdapat sebagian kecil wilayah yang curah hujannya dalam kategori menengah yaitu 51-150 mm/dasarian. “Terdapat di sebagian kecil wilayah Sumbawa Barat bagian selatan dan sebagian kecil Bima bagian selatan,” ucapnya.

Curah hujan tertinggi tercatat terjadi di Pos Hujan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 114 mm/dasarian. Dikatakan, sifat hujan pada dasarian I September 2022 di wilayah NTB cenderung bervariasi dari bawah norm hingga atas normal.
Dikatakan juga, berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut- turut (HTH) provinsi NTB berada pada kategori sangat pendek hingga ekstrem panjang. “HTH dengan kategori ekstrem panjang terpantau terjadi di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima sepanjang 115 Hari,” tambahnya.

Baca Juga :  Perusahaan Sawit Malaysia Bakal Rekrut 3.000 CPMI NTB

Disampaikan juga, bahwa BMKG memprakirakan kondisi La Nina di NTB akan terus berlangsung hingga hingga periode September–Oktober–November 2022. Kemudian berangsur melemah menuju kondisi Netral.
Indeks IOD pada dasarian terakhir menunjukkan kondisi IOD Negatif (-1.01), diperkirakan kondisi IOD Negatif berpotensi terus terjadi hingga Januari 2023. Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah.
Terdapat pertemuan dan belokan angin di wilayah Kalimantan bagian tengah, Lampung dan perairan Laut Natuna. Hingga awal Oktober 2022 Angin Timuran diperkirakan akan tetap aktif kemudian pada bulan November angin baratan diperkirakan akan mulai aktif wilayah barat dan tengah Indonesia.

Pergerakan MJO saat ini terpantau tidak aktif di wilayah Indonesia dan diprakirakan tidak aktif  hingga pertengahan September 2022. Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan masih adanya potensi pertumbuhan awan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga awal Oktober 2022.
“Rata-rata anomali Suhu Muka Laut sekitar wilayah NTB saat ini berada pada kategori hangat dan diprakirakan kondisi hangat ini akan mendominasi seluruh wilayah perairan Indonesia hingga November 2022,” terangnya.
Suci menambahkan peluang curah hujan pada dasarian III September 2022 dengan intensitas di bawah 20 mm/dasarian terjadi di sebagian besar wilayah NTB dengan probabilitas di atas 50 persen. Kecilnya peluang hujan di bawah 20 mm/dasarian di sebagian wilayah Lombok Timur bagian utara, sebagian Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa bagian utara.

Baca Juga :  Mataram Sumbang Pengangguran Tertinggi NTB, KLU Terendah

Demikian sebagian Bima bagian barat menunjukkan adanya peluang terjadi hujan dengan intensitas 20-50 mm/dasarian di atas 50 persen. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada level siaga terdapat di Kabupaten Sumbawa di wilayah Kecamatan Lape dan Plampang. Kemudian level waspada terdapat di Kabupaten Sumbawa yaitu Kecamatan Labuhan Badas dan Empang.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk dapat mengantisipasi terjadinya potensi kekeringan dengan membuat tampungan air, terutama pada wilayah yang rentan akan bencana kekeringan. “Tetap perhatikan informasi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan warga, dan tetap selalu menjaga kesehatan,” ucapnya. (sal)

Komentar Anda