Masih Ada Ribuan Rumah Tidak Layak Huni di Mataram

Rumah Tidak Layak Huni
Rumah Tidak Layak Huni (Ilustrasi)

MATARAM — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram memastikan telah menerima dana program bedah rumah dari pemerintah pusat dan Pemprov NTB.

Kepala Dinas Perkim Kota Mataram H. Kemal Islam mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan untuk membuat rumah layak huni untuk keluarga miskin. Satu unit pembangunan rumah baru ini dianggarkan Rp 30 juta, sehingga dipastikan dana yang diterima untuk membangun 55 unit rumah baru ini sebesar Rp 1,65 miliar. “ Jadi kita dapat untuk 55 unit,” ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin (26/3).

Sedangkan untuk program bedah rumah, Pemkot Mataram mendapat bantuan untuk 65 unit rumah. Dengan rincian biaya per unit di kisaran Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Namun hal tersebut  nantinya tergantung dari hasil survei tim di lapangan. ‘’ Kalau bedah rumah kita dapat 65 unit rumah. Biayanya sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” katanya.

Khusus dari kementerian, nantinya akan menangani sekitar 800 rumah tahun 2018. Dananya berasal dari kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui program Bantuan Stimulus Program Swadaya (BSPS) untuk bedah rumah dengan besaran biaya dikisaran Rp 10 sampai Rp 15 juta per unit. ‘’ Itu nanti sekitar 800 unit kita kembangkan,” ungkapnya.

Mengenai capaian bedah rumah tahun 2018 ini, Kemal mengatakan belum mengetahui secara pasti. Namun, berdasarkan data yang terkirim ke Kementerian PU tahun 2016, rumah tidak layak huni di Kota Mataram sebanyak 886 rumah. Kemudian pemerintah pusat berencana melakukan intervensi selama tiga tahun. Mulai tahun 2017 sampai 2019 mendatang. Tahun 2019 direncanakan, 886 rumah tersebut selesai ditangani.”Itu data menurut standar Kementerian PU ya,’’ terangnya.

Namun setelah dilakukan pendataan oleh Dinas Perkim Kota Mataram, rumah tidak layak huni di Kota Mataram lebih banyak dari data yang dimiliki kementdrian. Saat ini rumah tidak layak huni hampir mencapai dua ribu. “Nah tahun lalu kita sudah menangani hampir sekitar 300 rumah yang dananya dari pusat. Sedangkan dana yang berasal dari provinsi kita menangani sebanyak 30 unit. Masih ada 400 lagi yang belum ditangani,” ungkapnya.

Tahun 2018 ini pihaknya akan menangani sebanyak 800 rumah. Dengan demikian, dari tahun 2017 sampai 2018 sudah 1200 unit rumah yang tertangani.” Kita masih punya yang mudah- mudahan bisa kita tangani di tahun 2019 sekitar 800 unit rumah,” pungkasnya.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut