M Aeko Zulhimam Kasek TK Perancang Insinerator Mini Pembasmi Sampah

INOVASI : M Aeko Zulhimam menunjukan alat Insinerator Mini mini yang telah dibuat. (sudir/radar Lombok)

Namanya, M Aeko Zulhimam, seornag kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Mirajul Islah Getap, sebuah sekolah  swasta, yang dengan kreatif mampu menciptakan alat pembakar sampah  incinerator mini.  Selama empat tahun beliau meracik dan menyempurnakannya, dengan total alat sudah mulai digunakan.

 


SUDIRMAN-MATARAM


 

Banyak inovasi kalangan pemuda di Kota Mataram yang belum tersentuh pemerintah. Salah satunya, karya dari M Aeko Zulhimam Kasek TK Perancang  Insinerator Mini.Meski ditengah kesibukan, menjadi kepala sekolah disalah satu Taman Kanak-Kanak (TK) Mirajul Islah Getap, tidak menjadi halangan untuk terus berinovasi.

Saat ditemui dikediamnya,  di Lingkungan Getap, Jalan Tete Batu nomor 3, ia telah merancang sebuah alat pemusnah sampah. Rancangnya, telah didesain sejak tahun 2014 lalu. ia terus  serius memikirkan  hasil inovasinya yang diberi nama GT 13 Aw. ‘’Inisiator mini, kemapuanya per 100 kg sampah yang diolah selama 30 menit,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin.

[postingan number=3 tag=”boks”]

Meski hanya lulusan,  jurusan pendidikan IPS Ekonomi  IAIN Mataram tahun 2012. Namun Eko tidak menyurutkan niatnya untuk terus berinovasi. Alat yang diciptakan, termasuk alat yang mudah dan efisien.  Bahkan sudah mulai digunakan, di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Pesanan juga mulai banyak, dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lombok Utara, sudah mulai melirik hasil inovasinya.  ‘’Meski Saya seorang guru, namun  sejak dibangku  SMA  saya sudah terjun ke dunia las. Selain juga perhati lingkungan,’’ akunya.

Ia mulai berpikir sejak melihat  sampah yang setiap hari semkain meningkat di Kota Mataram. meski banyak trobosan pengolahan sampah, seperti pupuk kompos, Kerajinan. Namun belum bisa mengatasi sampah yang setiap harinya sampai berton-ton.

Apalagi sampai adanya, wacana penyetopan  kerja sama TPA Kebon Kongok yang mau ditutup. Apa ia Kota Mataram akan hilang keindahanya karena sampah. Pengolahan sampah ditingkat bawah  dengan alat mini, bisa dipastikan meminimalisir sampah di Kota Mataram. menurutnya, alat yang diciptakan sebuah   reknologi efesiensi,  bisa efektif cara kerja  pengolahan sampah. Beberapa kali melakukan uji coba, salah satu melakun pengujian dari rokok. Asap rokok yang kita uji, kalau tidak ada penetralisir maka akan menggagu. ‘’ Alat yang diciptakan, sudah memiliki ruang penetralisir. Sehingga kepulan asap yang keluar tidak mengggangu masarakat kedepanya,’’ jelasnya.

Selain itu, persoalan sampah  harus dituntaskan dari hilir.  Serta harus banyak  inovasi yang bisa dikembakan. Seperti  pengolahan kompos juga sangat bagus, namun sangat disayangkan  para penemu pupuk kompos terkendala pemasaran. Selama ini, petani banyak menggunakan pupuk kimia. Ia berharap, ini menjadi perhatian pemerintah juga terkait beberapa inovasi  putra daerah yang harus dikedepankan dan patenkan. ‘’ banyak sekali hasil inovasi anak Kota Mataram, bahkan banyak yang sudah digunakan diluar daerah,’’singkatnya.

Sementara itu,  Kepala Litbang Miftahurahman  telah menyambut baik beberapa hasil inovasi anak muda saat ini. bahkan dirinya, telah berkujung ke beberapa hasil inovasi.  Pemkot akan merangkul mereka. Untuk pengembangan Teknologi Tepat Guna ( TTG). ‘’Produk lokal akan kita kedepankan, apalagi terkait dengan pengolahan sampah, seperti model inisiator mini yang ramah lingkungan,’’ katanya.

Temuan inisiator mini, kata Miftahurahman sangat disambut baik. Dengan adanya inovasi ini kedepan, pemerintah bisa mengatasi sampah yang selalu menjadi masalah di Kota Mataram. dengan jumlah volume sampah di Kota Mataram bisa dikurangi dengan inovasi baru. ‘’ kita akan merangkul mereka,  kedepan kita akan buat forum inovasi daerah,’’ ujarnya. (*)

BACA JUGA :  Kisah Awaluddin, Tukang Ojek yang Umroh Dengan Menyisihkan Hasil Ojeknya