Mengunjungi Pasar Malam dan Hiburan “Rona-Rona”

Pengunjung Kian Sepi, Jadi Berkah Warga Sekitar

Mengunjungi Pasar Malam dan Hiburan Rona-Rona
PERMAINAN: Para pengunjung menikmati wahan permainan yang ada di Lingkungan Jempong Kota Mataram kemarin malam. (Fahmy/Radar Lombok)

Warga masih menggandrungi hiburan malam “Rona-Rona”. Di sini ada banyak wahana permainan yang menghibur dan tentu juga murah. Arena permainan di pusat-pusat perbelanjaan bermunculan, namun “Rona-Rona” tetap bertahan.


ZULFAHMI-MATARAM


Sebagian juga menyebutnya pasar malam. Wahana permainan yang ada adalah untuk semua kalangan usia mulai dari anak-anak sampai yang dewasa. Selain dipenuhi wahana permainan, di pasar malam ini juga banyak pedagang kaki lima.

Sudah satu minggu kegiatan “Rona-Rona” berlangsung di Lingkungan Jempong tepatnya di Jalan Gajah Mada. Wahana mulai buka pukul 19.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita. Untuk bisa masuk ke dalam wahana pengunjung harus membayar tiket Rp 5 ribu per orang.

Saat koran ini masuk kemarin, suasana tidak terlalu ramai padahal cuaca sedang cerah. Beberapa wahana seperti rumah hantu, kereta sambung, kuda poni dan wahana yang lain tidak terlalu banyak pengunjungnya. Bahkan rumah hantu kosong padahal jam sudah 20.00 Wita.

BACA JUGA :  Asa Petani Cengkeh Di Tengah Duka Gempa KLU

Seperti wahana permainan komidi putar, pengunjung harus membayar tiket Rp 8 ribu per orang dengan durasi permainan tidak dibatasi oleh pengelola. Petugas tiket mengatakan, permainan seperti ini peminatnya kian berkurang. Setiap malam ia hanya bisa mendapatkan uang penjualan tiket ratusan  ribu, tidak sampai satu juta.” Biasanya dapat sekitar Rp 500 ribuan ke atas,” tuturnya.

Saat ditanya siapa pemilik wahana ini, ia mengaku tidak tahu hanya diminta tanggung jawab menjaga pintu masuk dan bertanggungjawab terhadap wahana permainan bersama beberapa rekannya.” Saya juga tidak tahu siapa yang punya saya hanya berjaga saja,”’ tuturnya.

Ia menyebutkan keberadaan “Rona-Rona” di tempat ini bukan yang pertama kalinya. Beberapa tahun yang lalu juga sering ada hiburan seperti ini. Ini juga menjadi berkah bagi warga sekitar karena mendapat penghasilan dengan menjadi pengelola. Sebagian besar pengelolanya adalah warga masyarakat Jempong mulai dari tukang parkir, penjaga tiket dan penjaga wahana.

Menurutnya minat warga masyarakat untuk datang ke tempat ini sudah kurang mungkin karena kian banyaknya tempat bermain yang baru.” Sudah berkurang karena banyak wahana permainan di luar,” kata seorang penjaga wahana, Sri.(*)