Hari Raya Kurban, Rejekinya Para Peternak Kambing

Hari Raya Kurban, Rejekinya Para Peternak Kambing
TERNAK KAMBING: Jelang musim lebaran haji tahun ini, bisnis jual beli ternak kambing kini sangat menjanjikan. Tampak salah satu peternak, Amaq Sinar sedang mengembalakan puluhan ternak kambingnya. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Umat Islam kini sedang menunggu tibanya Hari Raya Idul Adha, atau Hari Raya Kurban. Momen ini ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para peternak dan penjual kambing musiman. Mengingat mereka yang memiliki kelebihan rizki, biasanya akan berkurban kambing atau sapi.


IRWAN – LOTIM


SENIN pagi kemarin (21/8), Amaq Sinar (40), terlihat sangat sibuk memberi makan puluhan ekor kambing miliknya di Desa Serumbung, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kandang terbuka, tempat dia memberi makan kambing terbilang kecil. Pun lokasinya juga menjadi satu dengan kandang sapi milik warga setempat.

Amaq Sinar sendiri sebenarnya belum lama menjadi peternak kambing. Pria 2 anak ini sebelumnya adalah petani penggarap. Beternak kambing baru dia lakoni beberapa tahun saja, yang memang sengaja dia lakukan untuk diperjual belikan pada musim lebaran haji, atau Hari Raya Kurban.

Diceritakan, tahun lalu dia membeli beberapa ekor kambing betina yang bunting, plus 1 pejantan, dengan harga yang lumayan murah, dibawah angka Rp 1 juta. Tapi beberapa hari lalu, ada pembeli yang menawar kambing seukuran tertentu dengan harga Rp 2 juta. “Kalau musim haji biasanya harga mahal, dan banyak yang mencari,” ujarnya.

Peternakan kambing memang mendapatkan prospek penjualan tinggi saat tiba lebaran haji. Apalagi masyarakat Sasak-Lombok ini dikenal sebagai warga yang sangat religius. Kewajiban berkurban sesuai pesan agama harus dilakukan jika kondisi ekonomi memungkinkan.

Sementara hewan kurban yang paling banyak dicari biasanya adalah kambing. Selain itu, ada juga ritual lain yang membutuhkan daging kambing, seperti aqiqah untuk anak kecil.

Hanya saja diakui Amaq Sinar, pada musim haji seperti sekarang ini, biasanya para peternak kambing akan kalah bersaing dengan para pedagang kambing musiman. Dimana banyak para pedagang kambing musiman yang menjual kambing dengan harga lebih murah, dibandingkan dengan harga yang di patok para peternak.

“Mungkin karena pedagang musiman ini tidak memelihara, makanya dia menjual dengan murah. Kalau kita yang capek tidak mau menjual dengan harga yang murah, dan juga kambing-kambing kita tidak kalah dengan kambing yang lain,” katanya.

Karena bisnis jual beli kambing di musim haji ini menggiurkan, tak ayal banyak muncul pedagang kambing musiman. Di beberapa titik pinggir jalan terlihat kandang dadakan, yang dibawahnya tertambat puluhan ekor kambing.

Harga yang biasanya dibandrol mulai dari sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta, kini menjadi diatas Rp1,4 juta per ekor. Meskipun lebaran haji belum tiba, namun konsumen tetap banyak yang membeli. Karena mereka khawatir kalau harga semakin naik jika membeli dekat-dekat hari lebaran.

“Kalau saya tidak akan menjual kambing dengan harga yang murah. Tapi ya harus sabar, nanti pasti banyak juga yang mencari kambing, diluar musim haji atau Hari Raya Kurban,” yakinnya.

Diakhir perbincangan, Amaq Sinar berpesan kepada para pembeli, agar mencari hewan kambing untuk kurban yang benar-benar sesuai persyaratan. Mengingat banyaknya pedagang kambing musiman yang menawarkan harga kambing murah, namun tidak sesuai syarat untuk berkurban. “Tetapi kalau membeli di peternak, itu saya rasa pembeli tidak akan rugi. Karena sudah jelas kualitasnya,” pungkasnya. (*)