LSM Turun Tangan, APKLI Menolak

PRAYA-Polemik penolakan relokasi puluhan pedagang eks pasar Praya, terus berlanjut.

Kemarin (21/7), puluhan pedagang yang berjualan di pasar mini itu kembali mendatangi Kantor DPRD Lombok Tengah. Mereka didampingi LSM Lesa Demarkasi NTB dan Konsorsum Lombok Tengah. Para pedagang ini mengaku, sengaja meminta bantuan LSM karena aspirasi mereka tak dihiraukan pemda selama ini.

Sayang, mereka belum bisa ditemui anggota dewan bersangkutan. Sehingga mereka diminta kembali hari ini untuk didengarkan keluhannya. Dewan Pendiri Lesa Demarkasi, Hasan Masat mengaku, pihaknya diminta untuk mendampingi para padagang eks pasar Praya ini.

Pasalnya, selama ini para pedagang dan pemda belum menemukan solusi dan titik temu. Meski beberapa solusi yang ditawarkan pemerintah, namun para pedagang ini belum sepakat. ‘’Makanya kami turun membantu para pedagang ini,’’ kata Hasan kepada Radar Lombok, kemarin (21/7).

Hasan mengaku, pihaknya sudah menghubungi Ketua DPRD Lombok Tengah, H Achmad Puaddi FT untuk menemui mereka. Namun, pihak dewan belum siap karena surat permintaan hearing para pedagang ini baru masuk kemarin. ‘’Kita dijanjikan besok (hari ini, Red),’’ tandasnya.

Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Lombok Tengah, M Samsul Qomar menegaskan, pihaknya juga menolak rencana relokasi itu jika dilakukan sepihak. Pemerintah harus menyiapkan tempat yang layak dulu sebelum melakukan relokasi. "Saya atas nama Ketua APKLI Lombok Tengah, bakal menghadang pemkab melakukan relokasi jika mereka belum menyediakan tempat yang baik sebagai tempat gantinya mereka berjualan,’’ tegasnya, kemarin.

BACA JUGA :  LSM Bongkar Borok Dikpora

Menurut Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah ini, keberadaan mereka juga harus diperhatikan kendati niatnya untuk membangun daerah. Hanya saja pihaknya tidak menginginkan ada yang merasa dirugikan, termasuk keberadaan para pedagang. Rencana pemindahan ke pasar Renteng dan Karang Bulayak, harus dipikirkan. Jangan sampai merugikan para pedagang kedepannya. "Penempatan lokasi juga sangat penting, tapi tidak menjadi suatu hal penting ketika lokasi tersebut tidak menguntungkan bagi mereka,’’ sesalnya.

Saat mengadukan keluhan mereka ke LSM, para pedagang ini menangis dan mengelu. Permintaan mereka sebenarnya tidak sulit, mereka tak ingin direlokasi ke pasar Renteng atau Karang Bulayak. Mereka menginginkan direlokasi ke tempat di seputaran Kota Praya. ‘’Permintaan kami tidak sulit, kami tidak ingin berjualan di tempat lain di luar pusat Kota Praya ini,’’ kata Nurhayati. (cr-ap/dal)