Lima Tokoh Berpeluang Bertarung di Pilkada KLU 2024

KIRI-KANAN: Danny Karter Febrianto Ridawan, Najmul Akhyar, Mariadi, Raden Nuna Abriadi dan Junaidi Arif. Kelima tokoh ini berpeluang maju Pilkada KLU 2024.

MATARAM–Lima tokoh dinilai punya peluang bertarung di Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2024.

Yakni Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto Ridawan, mantan Bupati KLU Najmul Akhyar, Anggota DPRD NTB dari PDIP Raden Nuna Abriadi, Wakil Ketua DPRD KLU Mariadi dan Anggota DPRD NTB dari PBB Junaidi Arif. “Lima orang ini yang berpotensi bertarung di Pilkada KLU,” kata Pengamat Politik Universitas Mataram Dr Saipul Hamdi kepada Radar Lombok, Kamis (3/2).

Menurutnya, lima tokoh ini adalah kader parpol yang tentunya diprioritaskan oleh parpol masing-masing untuk diusung. Danny sendiri sudah ditetapkan oleh Gerindra sebagai calon bupati. Kemudian Najmul Akhyar juga berpotensi kuat diusung kembali oleh Demokrat.

Sementara PDIP diyakini akan berani mengusung Raden Nuna Abriadi sebagai calon bupati. Berikutnya, Junaidi Arif digadang-gadang PBB sebagai calon bupati, dan Mariadi dipastikan akan diusung juga oleh Golkar. “Mereka sudah punya tiket parpol,” ucap pengajar Fisipol Unram tersebut.

Oleh karena itu, Saipul berpandangan Pilkada mendatang tidak ada lagi polarisasi dua kekuatan, Najmul dan Djohan. Mengingat Djohan sendiri juga akan selesai pada 2024. Sehingga kelima tokoh ini akan bertarung imbang. “Apalagi kekuatan para tokoh ini hampir merata dan berimbang,” urainya.

BACA JUGA :  RTG Cepat, Dibangun Hanya Tiga Hari, Ada yang Berminat?

Hanya saja dipastikan Danny sebagai petahana pasti akan lebih diuntungkan jika memang nanti selamat dari jeratan kasus korupsi RSUD KLU itu. Menurut Saipul, dengan penetapan Danny sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi NTB, akan menjadi persoalan serius ke depannya. “Status tersangka ini juga jadi senjata ampuh bagi lawan politik untuk menyerang,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPW PBB NTB Junaidi Arif mengaku, dirinya digadang-gadang PBB untuk maju di Pilkada KLU 2024. Namun ia masih akan melihat raihan kursi PBB di DPRD KLU pada Pileg 2024. Jika raihan kursi maksimal, maka ia makan maju. “Saya masih akan menunggu hasil Pileg,” jelasnya.

Sementara itu, Mariadi mengaku akan lebih fokus menghadapi Pilkada ketimbang mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Mengingat seluruh kader dan pengurus DPD II Golkar KLU mendorong dirinya maju. Hanya saja, pihaknya masih akan menunggu hasil rapat kerja daerah (Rakerda) DPD I Golkar NTB pertengahan 2022.

BACA JUGA :  Sengketa Lahan Lias Belum Jelas

Dalam Rakerda itu akan ditentukan siapa kader yang akan diusung di Pilkada NTB maupun Pilkada Kabupaten/Kota. “Jika memang saya ditetapkan untuk maju di Pilkada KLU, tentu saya tidak akan maju di Pileg,” tegas Ketua DPD I Golkar KLU ini.

Saat ini lanjut Mariadi, Golkar terus memperkuat konsolidasi politik menghadapi pemilu dan pilkada. Harapannya mesin partai bisa efektif dalam pemenangan.

Untuk Pileg sendiri, Golkar menargetkan bisa merebut posisi kursi Ketua DPRD KLU. Di mana dalam beberapa Pileg hanya mentok di posisi wakil ketua.

Jika Golkar menang di Pileg 2024 di KLU, tentu makin memperkuat posisi tawar dalam menjajaki koalisi. Bahkan jika kursi cukup, maka Golkar bisa mengusung kader sendiri tanpa koalisi. “Makanya kita fokus menang dulu di Pileg,” terangnya. (yan)