Lale Yaqut Langsung Blusukan

Lale Yaqut Langsung Blusukan
BLUSUKAN : Lale Yaquttunafis mulai turun menyapa masyarakat. Lale Yaqut dideklarasikan sebagai calon bupati Lombok Timur (Lotim) oleh ormas Nadhlatul Wathan (NW) Anjani beberapa waktu lalu. (Dok/)

MATARAM–Usai dideklarasikan sebagai calon bupati Lombok Timur (Lotim) oleh ormas Nadhlatul Wathan (NW), Lale Yaquttunafis langsung tancap gas. Mantan anggota DPRD NTB ini bergerilya menggalang dukungan dan silaturahmi ke masyarakat pemilih.

“Saya ingin tahu apa menjadi keinginan masyarakat kita,” kata cucu pendiri ormas terbesar di NTB tersebut, Rabu kemarin (12/7).

Pada awal-awal ini, dirinya akan lebih banyak menyasar berbagai lokasi di Lotim yang menjadi kantong-kantong kemiskinan. Terutama kemiskinan yang dialami para kaum perempuan di Lotim.

Lewat itu, dirinya akan memberikan prioritas bagi pemberdayaan dan peningkatan kapasitas kehidupan ekonomi keluarga. Terutama bagi kaum perempuan. “Ekonomi dan kesehatan menjadi prioritas kita kedepan,” lanjutnya.

Terkait figur yang akan mendampingi dirinya, Lale Yaqut mengatakan, dirinya menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada keputusan PB NW. Tak tercuali dirinya, apakah menjadi nomor satu atau nomor dua.

“Semua saya kembalikan kepada keputusan PB,” imbuhnya.

Demikian pula, parpol akan digunakan sebagai kendaraan untuk maju dalam suksesi di Pilkada Lotim. “Soal dukungan parpol, sedang dilakukan komunikasi politik oleh pimpinan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Lale Yaqut memastikan siap berkompetisi di Pilkada Lotim sebagaimana diamanahkan NW kepada dirinya. “Sebagai kader NW yang taat dan loyal, kita taat pada putusan pimpinan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB NW, TGH Lalu Abdul Muhyi Abidin menegaskan, Lale Yaqut merupakan kader terbaik yang dimiliki NW.  Lale Yaqut maju melalui jalur parpol dan bukan jalur independen.

Namun, pihaknya sadar bahwa NW tidak memiliki legitimasi dan otoritas untuk mengusung calon. Keran itu, komunikasi dengan partai politik terus dijajaki. “Apakah nanti sebagai nomor satu atau nomor dua, kita fleksibel. Kita serahkan kepada komunikasi  dan dinamika politik yang berkembang,” ucapnya.

Ia tak menepis, baik pihaknya dan parpol sudah menjalin dan membangun komunikasi politik untuk bergandengan. Tak terkecuali menduetkan kader NW dengan kader parpol yang sudah diajak berkomunikasi.

Hanya saja, dalam komunikasi politik dibangun belum final. Namun pihaknya sudah menyamakan dan menyatukan pandangan terkait arah pembangunan Lombok Timur kedepan. (yan)