Kyai Zul Siap Vertarung di Pilkada NTB

MATARAM—Setelah gagal pada pilkada 2013 lalu, rupanya tak menyurutkan tekad KH Zulkifli Muhadli untuk kembali berkompetisi di pilkada 2018 mendatang. Dengan tegas ia menyatakan siap kembali bertarung.

“Dari hasil Rakerwil Partai Bulan Bintang di Bima kemarin, saya diamanatkan untuk menjadi calon gubernur NTB 2018. Karena ini merupakan amanat dan kepentingan rakyat NTB. Saya harus
siap,” ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor Partai Bulan Bintang (PBB) NTB, Sabtu lalu (29/10).

Pria yang karib disapa Kyai Zul ini menegaskan, dalam pencalonan mendatang ia lebih memprioritaskan diri maju lewat jalur independen. Keunggulan jalur independen disebutnya lebih memberikan kepastian di awal. Sedangkan jalur  partai butuh waktu, tahapan dan kecocokan.

Terhadap opsi ini, ungkapnya, PBB sangat realistis. Karena itu, dari hasil kerja tim relawan saat ini telah mengumpulkan 40 ribu KTP dalam kurun waktu tiga minggu di semua kabupaten kota di NTB.

Dengan ditetapkannya target 50 ribu per bulan dianggap hal yang gampang untuk meraih KTP sebanyak-banyaknya. Sehingga di tahun 2017, targetnya sebesar 400 hingga 500 ribu KTP dianggap sudah melebihi syarat yang ditetapkan
KPU dan bisa mencalonkan diri sebagai orang nomor 1 di NTB.

“Syarat dari KPU untuk jalur independen sebesar 300 ribu KTP. Melihat waktu yang masih panjang, saya kira target 500 ribu
KTP bukan hal yang mustahil. Untuk masalah lolos atau tidak lolos administrasi, kita sepenuhnya menyerahkan urusan tersebut kepada KPU,” ucapnya.

Kendati demikian, ia mengatakan, pihaknya tak mengenyampingkan jalur partai politik. PBB pun sudah membangun komunikasi dengan parpol lainnya. Misalnya, PKS, PAN dan PDIP. Komunikasi ini semata-mata untuk saling mempelajari apa saja yang ditawarkan. Apakah sama-sama menguntungkan atau tidak. Dan, kepastian itu biasanya ada di detik-detik akhir.

Ia mengungkapkan, PBB masih membutuhkan 10 kursi untuk dapat mengusung pasangan calon di pilkada NTB. Pasalnya, PBB hanya memiliki 3 kursi di DPRD NTB. Dukungan dari parpol memang belum pasti. Atas dasar itu, pihaknya memprioritaskan maju melalui jalur independen.

Ia menegaskan, prinsipnya PBB tetap akan menempuh dua jalur. Yaitu melalui independen dan partai politik. “Kedua jalur itu akan kami coba. Untuk saat ini, kami lebih fokus di jalur independen,” imbuhnya.

Disinggung apakah menjadi nomor satu atau dua,  Kyai Zul menolak untuk menjadi nomor dua. Karena ia beranggapan dari total 26.6 persen perolehan suaranya di tahun 2013 lalu, dengan penambahan 4 persen saja dari suara peralihan TGB Zainul Majdi. Ia meyakini akan mengantongi 30 persen suara. Sehingga tidak ada calon lain yang melebihi suaranya.

“Saya tetap maju menjadi nomor satu, basis suara saya di periode sebelumnya cukup besar walaupun tetap kalah dengan TGB. Secara matematisnya semuanya bisa saja berubah.  Kami akan coba lakukan survei independen secepatnya. Saya yakin dengan usaha dan kerja keras dari semua struktural PBB, perolehan 35 persen akan saya kantongi. Sehingga saya hanya
butuh 15 persen dari calon wakil gubernur untuk membulatkan menjadi 50 persen,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid