KSB Tuan Rumah Kegiatan Advocacy Hotizontal Learning

PERSIAPAN AHL: Ketua AHL KSB-NTB, Amry Rakhman, didampingi Karo Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menggelar konferensi pers, terkait persiapan kegiatan Advocacy Hotizontal Learning (AHL) di Taliwang, KSB, Jum’at (28/2/2020). (faisal haris/radarlombok.co.id)

MATARAM—Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi NTB, akan menjadi tuan rumah agenda Nasional kegiatan Advocacy Hotizontal Learning (AHL) tentang Percepatan Pembangunan Pencapaian BASNO di NTB, dan Implementasi Pengelolaan Sanitasi Aman, yang akan dilaksanakan awal Maret 2020 mendatang.

Untuk itu, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan kegiatan tersebut, seperti yang disampaikan Ketua AHL KSB-NTB, Amry Rakhman, ketika menggelar konferensi pers yang dilaksanakan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB di Mataram, Jum’at (28/2/2020). “Sejauh ini kita sudah melakukan persiapan untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Terlebih dengan adanya dukungan Pemerintah Provinsi NTB,” ungkapnya.

Disampaikan Rakhman, Pemerintah Provinsi NTB sangat inovatif dan kreatif dalam mengelola sanitasi, baik melalui Program Buang Air Besar Sembarangan Nol (BASNO) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defication Free (ODF).

“Hasilnya sampai Februari 2019, masyarakat NTB yang terakses jamban sebanyak 86,70 %. Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), satu-satunya daerah di Provinsi NTB yang telah mencapai BASNO/Stop BABS/ODF sejak 2016, seiring penerapan Program Jambanisasi dengan membangun 6.212 jamban baru. Kemudian tahun 2017-2019 dilakukan peningkatan kualitas jamban 18.660 unit melalui Program Hibah Air Limbah Setempat dari Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Pencapaian BASNO/Stop BABS/ODF, menurutnya, menjadi pemacu bagi Pemerintah KSB untuk mencapai pengelolaan Sanitasi Aman sejak awal 2019. Atas proses dan hasil penanganan kualitas sanitasi tersebut, Pemerintah KSB mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah, Dunia Usaha dan NGO, termasuk UNICEF-PBB.

“Pengalaman dari Program BASNO/Stop BABS/ODF dan Sanitasi Aman tersebut, sangat penting untuk dibagi (sharing) kepada daerah lainnya, yang dikemas melalui Kegiatan AHL BASNO/Stop BABS/ODF di Provinsi NTB dan Sanitasi Aman di KSB,” sambungnya.

Kesempatan tersebut, Rakhman juga mengatakan, tujuan dari Kegiatan AHL, yakni melakukan sharing pengalaman dan pembelajaran pencapaian BASNO/Stop BABS/ODF menuju Sanitasi Aman pada setiap kabupaten/kota se-Indonesia umumnya, dan Provinsi NTB khususnya. Termasuk Launching Roadmap BASNO NTB Tahun 2020-2024.

Kemudian untuk mengidentifikasi pengalaman dan pembelajaran dalam meningkatkan capaian BASNO/Stop BABS/ODF menuju Sanitasi Aman pada setiap kabupaten/kota dalam mewujudkan desa/kelurahan sehat dan cerdas berbasis masyarakat. Serta memantapkan komitmen dan strategi pemerintah setiap kabupaten/kota untuk menjadikan daerahnya 100 persen Stop BABS/ODF menuju Sanitasi Aman dan melakukan advokasi rencana pengelolaan sanitasi aman melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat pada setiap kabupaten/kota, terutama di Provinsi NTB.

Sementara untuk gambaran kegiatan AHL, lanjutnya, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah KSB bekerjasama dengan Sekretariat Nasional AKKOPSI (Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi Indonesia) dan Mitra Samya (Mitra kerja UNICEF) untuk menyelenggarakan Kegiatan AHL BASNO NTB dan Sanitasi Aman KSB di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Persiapan Kegiatan AHL dilaksanakan di Mataram dan Taliwang, Sumbawa Barat. Disusun rencana teknis kegiatan yakni substansi materi, penentuan narasumber dan peserta, kesiapan waktu dan lokasi, dokumen deklarasi, pameran,media, dan lainnya, yang dituangkan dalam Panduan Kegiatan AHL BASNO NTB dan Sanitasi Aman KSB,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan AHL, sambungnya, diawali dengan welcome dinner pada hari pertama, Selasa, 3 Maret 2020, sekaligus ramah tamah antara Pemerintah KSB dengan Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Pimpinan AKKOPSI, UNICEF, Mitra Samya dan Tamu Undangan Peserta Kegiatan AHL.

Kemudian pada hari kedua, Rabu, 4 Maret 2020, dilakukan pembukaan kegiatan AHL oleh Gubernur NTB, yang dilanjutkan Keynote Speak Menteri PPN/Bappenas dan Talkshow Bupati Narasumber Contoh, serta Penanggap Utama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan, yang dipandu Fasilitator Nasional, dengan Tema “Percepatan Pencapaian BASNO/Stop BABS/ODF di setiap kabupaten/kota dan strategi pengembangan Pengelolaan Sanitasi Aman”.

Peserta kegiatan tersebut, terdiri dari Pemerintah Pusat/Kementerian, diantaranya Menteri PPN/BAPPENAS, Menteri PUPR, dan Menteri Kesehatan (didampingi oleh Dirjen/Direktur/Subdit). Selanjutnya peserta dari Pemerintah Provinsi NTB yakni Gubernur NTB dan 10 Bupati/Walikota se-Provinsi NTB, didampingi oleh Kepala OPD terkait, serta Ketua TP PKK.

Kemudian dari Pemerintah Provinsi NTT akan dihadiri oleh Gubernur NTT dan 15 Bupati/Walikota se-Provinsi NTT, didampingi oleh Kepala OPD terkait, serta Bupati dan Walikota Anggota AKKOPSI Perwakilan selain Provinsi NTB dan NTT, didampingi oleh Kepala OPD terkait Anggota Pokja AMPL/Program Sanitasi. Pun peserta dari pimpinan dan anggota Sekretariat Nasional AKKOPSI dan Pimpinan UNICEF dan Mitra Samya (Mitra dari UNICEF). Juga Duta AMPL/UNICEF, Pers, dan Stakeholders lainnya. (sal)