Kondisi Ponpes Al-Hikam Memprihatinkan

MEMPRIHATINKAN: Inilah kondisi bangunan ruang kelas belajar yang ditempati para peserta didik di Ponpes Al-Hikam (Irwan/Radar Lombok)

SELONG—Kondisi bangunan  TK/SD/MA Pondok Pesantren Al-Hikam di Dusun Montong Sugia Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur memprihatinkan. Dinding ponpes itu terbuat dari bedek anyaman bambu. Bangku dan meja belajarnya juga seadanya.

Bangku terbuat dari batang kayu yang disusun rapat sejajar, sepanjang dua meter. Meja dari selembar papan dengan panjangnya sekitar dua meter. Bangku dan meja ini dirancang menyatu, digunakan siswa-siswi untuk kegiatan belajar mengajar.

“Ruang guru dan ruangan kepala sekolah pembatasnya juga terbuat dari anyaman bambu. Ini semua dibangun secara swadaya oleh masyarakat," jelas Kepala MA Al-Hikam, Muhammad Yunus, Jumat  (1/12).

Diceritakan, awal berdirinya sekolah ini didasari karena keprihatinan terhadap dunia pendidikan. Untuk mendapatkan pendidikan yang layak, anak-anak di dusun itu harus berjalan kaki sepanjang 2 km dengan menyeberangi jembatan dan sungai.  “Seusia mereka harus berjuang mempertaruhkan nyawa untuk mengenyam pendidikan yang layak,” imbuhnya.

Ponpes itu memiliki 6 ruang kelas ukuran 5×6 meter. Ruang itu digunakan secara bergilir oleh siswa/siswi dari TK sampai SMA/MA. Jumlah siswa/siswi yang mengenyam pendidikan di Ponpes ini sekitar 400 orang.

Selain fasilitas pendidikan yang jauh dari layak, siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar  dengan semangat. Demikian pula dengan para guru walau hanya mendapatkan honor sebesar Rp 100 ribu per bulan, mereka juga tetap semangat mendidik para peserta didik.

Dikatakan, jauhnya medan yang ditempuh oleh peserta didik menyebabkan pihak Ponpes menyiapkan mobil kap terbuka untuk mengantar dan menjemput siswa-siswi sampai ke kampung halamannya.

Tidak hanya itu, kondisi akses jalan untuk menempuh ponpes ini juga sangat memprihatinkan. Tidak sedikit lubang dan dipenuhi bebatuan.

Salah satu warga setempat, Abdurrahman mengatakan, jalan yang menghubungkan dusun yang satu dengan dusun yang lain hingga saat ini belum pernah diperbaiki pemerintah. “Kita berharap agar akses jalan ini bisa diperbaiki agar anak-anak lebih mudah menempuh pendidikannya,” pintanya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaISSI NTB Anggarkan Perbaikan Sirkuit BMX
Berita berikutnyaAhyar Belum Pikirkan Pendampingnya