Komisi III Ancam Bongkar Paksa Proyek Asal-asalan

Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah Muhalip (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Pemkab Lombok Tengah, sebelumnya sudah tuntas melakukan proses tender terhadap proyek pembangunan ruas jalan sepanjang 80 kilometer, dengan anggaran Rp 200 miliar yang bersumber dari pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), hingga anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Saat ini, pelaksanaan proyek fisik untuk pembangunan ruas jalan hot mix dan pentalutan jalan tersebut, sudah mulai dikerjakan. Hanya saja, tidak jarang ternyata kualitas pengerjaan berbagai proyek jalan tersebut mulai diragukan. Untuk itu, Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Tengah, dalam waktu dekat akan turun lapangan untuk mengecek kualitas pekerjaan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah, Muhalip menegaskan bahwa mereka akan turun mengecek langsung kondisi proyek jalan yang dananya dari pinjaman tersebut.
Langkah itu dilakukan sebagai salah satu upaya agar kedepan pengerjaan proyek tersebut, tidak dikerjakan secara asal-asalan.
“Kami akan turun ke lapangan, kita lihat bagaimana kualitasnya. Kalau tidak sesuai, maka tidak segan-segan akan kami bongkar,” tegas Muhalip.

BACA JUGA :  Tolak Kepala Sekolah Dimutasi,. Siswa SMPN 1 Praya Barat Demo

Pihaknya menegaskan bahwa kualitas pekerjaan pembangunan talut dan juga pengaspalan yang saat ini sedang dikerjakan memang harus benar-benar memenuhi standar. Karena dana tersebut merupakan dana pinjaman, dimana kualitas pekerjaan menjadi prioritas yang harus diutamakan. “Saya imbau kepada rekanan proyek untuk tidak main-main dalam pengerjaannya,” ingatnya.

Saat ini sejumlah ruas jalan di kabupaten Lombok Tengah, dikerjakan melalui dana pinjaman tersebut mulai dari pentaludan dan pengaspalan. Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Tengah berharap agar kualitas pekerjaan dijaga untuk memenuhi harapan masyarakat.

BACA JUGA :  Wabup Buka Rapat Koordinasi FKUB Loteng

Demikian masyarakat juga diharapkan untuk ikut mengawasi kualitas pekerjaan itu. Jika nanti ditemukan adanya permainan spesifikasi dalam pekerjaan, maka agar segera dilaporkan kepada dinas terkait.
“Kami juga meminta kepada masyarakat untuk melapor jika ditemukan adanya permasalahan dalam pengerjaan ini. Laporan bisa dilakukan baik ke Dinas terkait, maupun ke Komisi III DPRD, untuk kita tindak lanjuti. Kami akan terus awasi secara ketat. Masyarakat juga diminta partisipasinya untuk ikut mengawasi agar jalan bisa tahan lama,” pungkasnya. (met)