Kolam Taman Narmada Kalah Saing dengan Kolam Warga

H. Poniman
H. Poniman.( Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG– Bisnis kolam renang untuk wisata keluarga tengah naik daun.  Banyak warga berinisiatif memanfaatkan pekarangan mereka menjadi kolam renang yang ramai dikunjungi penginjung. Nah, kolam yang ada di Taman Narmada pun kalah saing dengan kolam-kolam milik warga itu. Pengelolanya, PT Tripat harus putar otak agar kolam Taman Narmada tetap ramai pengunjung.

Direktur PT Tripat H. Poniman menjelaskan, perusahaannya oleh Pemkab Lobar diberi target PAD tahun 2019 sekitar Rp 350 juta. Sampai saat ini target tersebut sudah tercapai sekitar 50 persen lebih.  Target utama pengelola memang wisatawan lokal. Jualan utamanya adalah fasilitas kolam renang. Masalahnya, di wilayah Narmada sekitar taman ada banyak kolam renang yang dibangun warga seperti di Desa Batu Kute dan Suranadi.”Ini yang membuat kita kesulitan bersaing,” katanya.

Tarif masuk yang dipatok kolam-kolam warga juga murah. Ada yang hanya Rp 2.000 per orang. Sementara tarif masuk kolam Taman Narmada jauh lebih mahal karena harga tiket termasuk juga untuk fasilitas taman yang lain.”Tidak mungkin kita turunkan tarif dan bersaing sama mereka, karena biaya pemeliharaan kita besar,” ungkapnya.

Luas area Taman Narmada sekitar 10 hektar. Biaya pemeliharaan cukup besar. Biaya pemeliharaan harus dikeluarkan secara rutin. Mulai dari biaya pangkas rumput dan kebersihan area taman. Poniman menyebut untuk biaya pemeliharaan Pemkab tidak perlu mengeluarkan biaya, namun diambilkan dari hasil usaha taman.

Soal target PAD Rp 350 juta tersebut, pihaknya akan berusaha merealisasikannya meski kondisinya diakui berat.”Tapi kami tidak terlalu mengeluh karena fasilitas sudah ada, “ imbuhnya.

Salah satu faktor yang membuat kunjungan wisatawan turun ke Taman Narmada, karena warga banyak yang menjadi korban gempa. Dimana sekarang ini mereka sedang fokus memperbaiki rumah mereka. Penurunannya yang dirasakan cukup besar. Dengan adanya penurunan pendapatan, pihak PT Tripat juga sudah melakukan efisiensi pengeluaran.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat, Tarmizi, menjelaskan, aset Pemkab Lobar yang ada di Taman Narmada seharusnya bisa dikelola dengan maksimal oleh PT Tripat. Ia menyarankan sebaiknya PT Tripat melakukan kerjasama dengan pihak ketiga agar Taman Narmada ramai dikunjungi wisatawan.”Harus ada inovasi, agar ada pilihan lain di Taman Narmada yang bisa dikunjungi oleh wisatawan,” ungkap politisi Nasdem ini.

Misalnya dengan membuat berbagai atraksi yang bisa mengundang orang datang menonton, apakah atraksi budaya maupun yang lain.”Silahkan PT Tripat berinovasi dalam melakukan pengelolaan aset daerah,” pungkasnya.(ami)