Klaster Tahun Baru, Sehari 17 Warga Mataram Positif Corona

PASIEN: Warga Kota Mataram yang positif terpapar virus Covid-19 terus bertambah setiap harinya, dan belakangan mulai muncul klaster liburan tahun baru. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM —Peringatan keras untuk warga Kota Mataram, agar mematuhi protokol kesehatan. Karena saat ini angka penambahan pasien positif melonjak drastis. Kondisi penambahan pasien positif ini cukup mencemaskan. Belum lagi semenjak akhir tahun, trend bertambahnya pasien positif terus meningkat.

“Iya hari ini (kemarin) ada 19 orang penambahan warga kita yang positif virus corona,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa di Mataram, Jumat kemarin (8/1).

Situasi penambahan ini berbanding terbalik dengan pasien yang sembuh. Seperti data tanggal 7 Januari, dari penambahan 19 pasien positif di Mataram, maka penambahan pasien sembuh hanya satu orang saja. Sehingga perbandingannya sangat jomplang.

Saat ini, pasien positif sudah berjumlah 1472 orang, masih dalam perawatan 97 orang, pasien sembuh 1278 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 97 orang. “Itu data kita sampai tanggal 7 Januari,” beber Suwandiasa.

Melonjaknya pasien positif ini menurut Suwandiasa sudah diprediksi. Bahwa pertengahan Januari titik puncak kenaikan Covid-19 ini. “Karena sesuai dengan prediksi Kepala Dinas Kesehatan. Prediksinya itu titik puncaknya itu pertengahan Januari,” ungkapnya.

Dengan tingginya penambahan pasien positif ini, disebutkan ini sudah menciptakan klaster baru, yaitu klaster liburan tahun baru. “Iya bisa dibilang seperti itu. Karena masa inkubasinya kan kurang lebih satu minggu. Sekarang baru bisa terlihat sesuai dengan pemaparan dinas kesehatan,” terangnya.

Munculnya klaster liburan tahun baru tersebut sudah diprediksi. Sebelumnya yang mendominasi penyebaran virus Covid-19 sejak akhir tahun adalah klaster perkantoran, yaitu pegawai atau karyawan yang sibuk melaksanakan rapat dan kunjungan ke luar daerah. “Itu sebabnya klaster perkantoran punya kontribusi yang cukup signifikan. Tapi semuanya sudah kita prediksi,” jelasnya.

Tentang kondisi penambahan 19 pasien positif, rata-rata saat ini sudah dan sedang menjalani perawatan. Yaitu disejumlah rumah sakit swasta maupun milik pemerintah. “Lalu ada juga yang melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari rumah sakit tempat dia memeriksa kesehatannya,” jelasnya.

Terkait adanya opsi untuk membuka lagi Wisma Nusantara sebagai tempat karantina terpusat di Kota Mataram. “Sampai sekarang belum ada wacana kesana. Tapi yang jelas kita tidak mengalami situasi seperti dibeberapa daerah lain, yaitu tingkat ketersediaan kamarnya sudah minim. Kita di sini tidak,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi mengatakan, trend penambahan pasien positif Covid-19 terus meningkat. Pemerintah terus berupaya menekan laju penambahan ini. “Patuhi protokol kesehatan. Itu saja kuncinya untuk membentengi diri kita dan keluarga,” tegasnya. (gal)