Kisah Pemuda Mualaf Masuk Islam Karena Adzan

Mendapat Hidayah Ketika Ditengah Laut

Pemuda Mualaf Masuk Islam Karena Adzan
MUALAF: Muhammad Zikrullah, sebelumnya bernama Mete, ketika berikrar membaca dua kalimah syahadat, yang dituntun oleh Ustadz Khaerudin, di masjid Bungtiang, Minggu lalu (11/2). (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Hidayah adalah karunia Allah SWT yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Salah satu yang beruntung mendapat hidayah masuk Islam itu adalah Mete, seorang pemuda asal Provinsi NTT, yang sebelumnya non muslim.


JANWARI IRWAN – LOMBOK TIMUR


METE adalah pemuda kelahiran Perom, Kecamatan Sumba, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemuda ini akhirnya memutuskan masuk agama Islam pada tanggal 11 Februari 2018 lalu, di Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang disaksikan ratusan masyarakat setempat.

Mete yang setelah menjadi muslim, dan kini merubah namanya menjadi Muhamad Zikrullah, ketika menjadi muallaf disambut isak tangis haru dan bahagia oleh masyarakat Bungtiang.

“Saya tertarik untuk masuk Islam itu sudah sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Akan tetapi pada saat itu hati saya masih ragu,” jelas Muhammad Zikrullah, kepada Radar Lombok, Senin kemarin (12/2).

Keinginan masuk Islam sebutnya, makin dimantapkan ketika dia telah duduk di bangku SMP Satap Boggor Sumba, NTT. Namun niat ingin masuk Islam itu belum terwujud akibat berbagai kendala, seperti dia belum di khitan, dan lainnya.

Akan tetapi dia tetap terus mendalami ilmu agama Islam kepada orang-orang yang lebih pintar agama. “Pada saat saya berlajar di teman-teman yang beragama Islam. Teman saya itu bilang, mungkin ini adalah hidayah untuk kamu. Karena kamu mau mempelajari tentang Islam,” ujarnya menirukan perkataan temannya.