Kisah Band PAGAH Meniti Jalan Menuju Sukses

Dulu Di-bully, Kini Digemari

Band Pagah
Band Pagah

Meraih kesuksesan itu memang tidak semudah membalik telapak tangan. Demikian yang dialami oleh group band ”Pagah”, asal Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ini. Sebelum dikenal luas seperti sekarang, group band yang digawangi dua personel, pelantun single “Tak Mudah menyerah” ini dahulu juga sering dihina, bahkan di-bully.

JANWARI IRWAN – LOTIM

HERI salah satu personel group band Pagah sejak masih duduk di bangku SMPN 1 Sakra, sudah aktif bermain musik. Meski saat itu menggunakan alat-alat seadanya saja, demi menggapai cita-cita menjadi pemain musik populer. Pemilik nama asli, Lalu Heri Irawan Ningrat ini juga mengaku sering dihina pada saat sedang bermain musik. Namun karena tekadnya yang kuat, ditambah keinginan hendak membanggakan kedua orangtuanya, maka dia terus berlatih, dan mengeluarkan karya.  Saat duduk di  SMA, dia pun berhasil meraih juara 1 penyanyi solo di tingkat kabupaten. “Saya sekolah di SMAN 2 Selong. Pada saat kelas 2 saya mengikuti even, dan berhasil menjadi juara pertama tingkat kabupaten,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dulu Penjual Tahu, Kini Putra NTB Ini Berprestasi di Tingkat Nasional

Tak hanya berhenti menjadi juara di tingkat kabupaten, dia terus belajar dan berlatih untuk dapat meraih mimpinya. Pada saat ada festival musik antar pelajar se-NTB, maka dia pun membuat band untuk mengikuti kegiatan itu, dan berhasil menjadi juara dua. ”Alhamdulillah, pada saat kelas 3 SMA, saya dan teman-teman SMA berhasil meraih juara dua dan tiga tingkat pelajar,” kenangnya.

Setelah lulus SMA, Heri juga mengikuti salah satu lomba yang seleksinya dilakukan di Kota Mataram, untuk mengikuti festival musik di Bali. Hanya saja saat itu dia tidak berhasil mendapat juara. “Dari sekian peserta yang ikut seleksi di Mataram, kita adalah salah-satunya peserta yang lulus seleksi untuk mengikuti festival itu,” paparnya.

Usai mengikuti festival di Bali, kemudian Heri mengikuti audisi Indonesian Idol. Namun sayang, langkahnya hanya mampu sampai di Yogyakarta saja. Padahal, dengan masuk Indonseian Idol, menjadi harapannya untuk meraih impiannya. ”Saya gugur pas mau ke Jakarta. Tapi saya tidak mau menyerah,” tekatnya.

Bermodal audisi itu sambungnya, maka dia pun membentuk group band “Pagah”, dan mengeluarkan single berjudul “Tak Mudah Menyerah” yang ternyata merupakan satu-satunya band asal Lombok yang single-nya ada di Joox Itunes, dan beberapa aplikasi musik lain yang kini banyak digunakan masyarakat. ”Dengan masuknya single ini ke Joox Itunes, tentu menjadi kebanggaan bagi grup band kami,” jelasnya.

Diceritakan, single yang berhasil masuk ke aplikasi Joox itu terinspirasi dari perjuangan dua personel Pagah yang selalu diremehkan di lingkungannya. Karena masih ada anggapan kalau bermain musik itu tidak ada gunanya. ”Alhamdulillah saat ini saya bisa membuktikannya,” kata Heri bangga.

Sementara personel Pagah lainnya, Ratnadi atau yang lebih dikenal dengan nama Gadot, juga mengaku bangga dengan masuknya single grup band Pagah ke aplikasi Joox. Karena menurutnya, hingga saat ini belum ada single band asal Lombok yang masuk ke Joox, sebuah aplikasi musik di smartphone, yang saat ini hampir merata digunakan oleh masyarakat di Indonesia, bahkan dunia. “Tentunya pencapaian ini tidak lepas dari sang manajer kami, yang terus memberikan motivasi dan dorongan untuk terus belajar,” akunya.

BACA JUGA :  Kombes Pol Budi Indra Dermawan, Peraih Bintang Bhayangakra Nararya

Dengan masuknya single pertama ini, maka dalam waktu dekat Pagah juga akan mengeluarkan single kedua berjudul “Kapan Putusmu”. “Lagu ini kami buat, terinspirasi dari teman yang mencintai pacar temannya sendiri. Sehingga dia rela menunggu, demi wanita yang dicintainya. “Selain single “Kapan Putusmu”, kami juga akan mengeluarkan lagu berjudul “Rock dan Roll”,” jelasnya. (*)

Dengarkan Lagu “Tak Mudah Menyerah” by Pagah