Khataman Alquran Penghuni Lapas Mataram Diikuti 160 Napi

Khataman Alquran Penghuni Lapas Mataram
KHATAMAN ALQURAN : Suasana khataman Alquran warga binaan Lapas Kelas II Mataram dalam rangka memperingati HUT Pemasyarakatan ke-53, Kamis kemarin (20/4). (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Mataram menggelar pengajian Alquran hingga tamat (khataman).  Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemasyarakatan ke-53 ini diikuiti oleh ratusan warga binaan.


ALI MA’SHUM—MATARAM


Sejak pagi, ratusan warga binaan Lapas Kelas II A Mataram berkumpul di aula pertemuan. Mereka duduk dan berjejer secara rapi. Ada juga yang  duduk saling membelakangi. Ini dilakukan tentunya untuk menyiasati ruangan yang tempatnya tidak terlalu besar. Mereka juga kompak menggunakan busana muslim berwarna putih sambil  membawa satu kitab suci Alquran.

Di luar aula, belasan warga binaan wanita juga mengikuti  kegiatan ini. Mereka juga menggunakan mukena senada bewarna putih.  Mereka akan mengikuti kegiatan khataman Alquran.

Sebelum khataman dimulai,seluruh peserta melaksanakan salat Dhuha. Peserta ini  kemudian terbagi dalam beberapa kelompok dan membacakan surat dalam Alquran sesuai dengan yang ditentukan. Khataman kemudian dimulai. Lantunan ayat-ayat suci Alquran mulai dibacakan. Para peserta terlihat sangat khusuk. Bahkan ada juga warga binaan ini yang meneteskan air mata.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Mataram Gun Gun Gunawan mengatakan,  Lapas Mataram bersyukur bisa melaksanakan khataman Alquran ini. Kegiatan secara nasional ini dilaksanakan oleh 117 ribu narapidana di seluruh Indonesia.

Untuk khataman di Lapas Mataram, diikuti oleh 160 peserta. Panitia juga ikut melibatkan peserta dari yayasan nusantara mengaji dan masjid lainnya. ‘’ Ada 20 orang yang berasal dari luar dan kita undang untuk memback up kegiatan ini,’’jelasnya.

Tujuan dari khataman ini  sangat banyak.Salah satunya untuk lebih menggiatkan lagi kegemaran dalam mengaji di warga binaan. ‘’ Dengan semakin banyak dan senangnya mereka mengaji, mudah-mudahan bisa membuat pola dan perilaku yang positif,’’ kata Gun Gun.

Warga binaan merespon positif  kegiatan ini. Jika diperbolehkan, semua warga binaan yang beragama Islam ingin mengikuti khataman Alquran ini. Tapi karena keterbatasn tempat, hanya sebagian warga binaan yang mengikutinya. Lapas Mataram sendiri saat ini menampung sebanyak 860 orang. ‘’ Ini kita pilih yang ngajinya benar-benar bagus. Yaitu sebanyak 150 orang mengikuti kegiatan ini,’’ ungkapnya.

Tindak lanjutnya, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan yayasan nusantara untuk melaksanakan kegiatan lanjutan. ‘’ Mungkin nanti ada program dari nusantara mengaji untuk terus memotivasi mereka agar lebih giat lagi beribadah. Khususnya gemar mengaji,’’ terangnya.

Salah seorang warga binaan Haji Lalu Diguna mengatakan, khataman Alquran ini sangat positif dan berjalan dengan baik. Apalagi belum pernah dilaksanakan di Lapas Mataram. ‘’ Kegiatan ini sangat positif, kami juga disediakan Alquran. Itu sangat membantu karena belum pernah diadakan selama ini,’’ ujarnya.

Dirinya sudah tujuh tahun menjalankan masa tahanannya. Kegiatan  tersebut dipandang sangata positif. Karena bisa mengangkat derajat warga binaan dari segi agama baik itu nantinya akan berguna di luar Lapas Mataram. ‘’ Ini juga bisa digunakan sebagai renungan dan Insya Allah bisa merubah diri kedepannya,’’ kata lelaki yang tersandung kasus pembunuhan ini.

Ia berharap dari kegiatan khataman Alquran ini semua warga binaan bisa merubah diri. ‘’ Kalau kita tidak merubah diri, kita tidak akan dirubah oleh Allah. Untuk itu, mari kita sama-sama merubah diri untuk semua warga binaan. Lembaran lama juga mari kita tutup untuk menyongsong lembaran baru dengan Insya Allah selalu berbuat baik,’’  ungkap pria yang akan menjalani sisa hukuman selama dua tahun ini.

Pernyataan serupa juga diucapkan oleh Gatot Brajamusti. Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) ini  mengatakan, dirinya mengaku gembira mengikuti kegiatan tersebut. ‘’ Saya mengapreasiasi kegiatan khataman Al Qur’an ini. Semoga bisa dilakukan secara berkelanjutan,’’ tutup pria yang divonis 8 tahun dalam kasus narkotika ini.(*)