Kerap Mencuri, Lima Bocah TK dan SD Diberi Pembinaan

Lima bocah dititip ke Balai Paramita Mataram, Jumat (13/5). (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Lima bocah di Kecamatan Bayan terpaksa dititip ke Balai Paramita Mataram lantaran meresahkan masyarakat. Mereka saat ini masih duduk di bangku TK dan juga SD.

“Dua anak berusia 7 tahun dan masih TK dan 3 anak berusia 11 tahun dan saat ini masih kelas 5 SD. Kami tadi melakukan pendampingan untuk menyerahkannya ke Panti Asuhan Paramitha untuk dilakukan pembinaan,” ujar Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) KLU Wardoyo, Jumat (13/5).

Kelima bocah tersebut diduga membuat sebuah geng dan melakukan pencurian di beberapa lokasi di wilayah Bayan. Modusnya adalah dengan mencuri di toko dan mengambil uang mulai Rp 1.000.000 hingga Rp 1.500.000. “Aksinya dilakukan baru-baru ini dan membuat masyarakat resah,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pemkab Launching Gerakan Jubah

Mirisnya lagi, uang hasil pencurian itu digunakan untuk membeli rokok, petasan, jajan dan dibagikan ke teman-temannya. “Ini kan sangat disayangkan. Di usianya yang masih anak-anak sudah mahir merokok,” sesalnya.

Atas pertimbangan tersebut, pihaknya bersama LPA dan pemerintah desa setempat memutuskan untuk menitipkan mereka ka Balai Paramita untuk dilakukan pembinaan. Pihaknya menyadari bahwa sebenarnya yang terbaik itu adalah mereka berada di tengah lingkungan keluarga tetapi  sejauh ini mereka kurang terurus. “Mereka ini ada yang orang tuanya menikah lagi dan ada yang ditinggal meninggal. Dalam keseharian mereka kerap dipukul karena ketahuan mencuri dan diminta ganti rugi. Akhirnya mereka mencari tempat di luar rumah untuk mencari kenyamanan,” tuturnya.

BACA JUGA :  Bupati KLU Keluhkan Pemblokiran Dana RTG

Pertimbangan lain sehingga dititip ke Balai Paramita karena mempertimbangkan situasi di masyarakat yang kurang kondusif. Jika tidak segera dititip ke Balai Paramita dikhawatirkan nantinya anak-anak ini jadi korban amukan massa. “Untuk itu setelah ada persetujuan pihak keluarga hari ini mereka kita bawa ke Balai Paramita. Mereka tidak diproses di Kepolisian karena masih di bawah umur,” tandasnya.

Pihaknya berharap ke depannya anak-anak ini bisa diberikan bimbingan agama, sosial dan diupayakan agar sekolahnya tetap lanjut. Dengan begitu mereka diharapkan bisa berubah dan menjadi kebanggan keluarga, agama dan bangsa. “Semoga mereka berubah setelah ini,” harapnya. (der)