KLU Kecam Krisis Kemanusiaan di Myanmar

KLU Kecam Krisis Kemanusiaan di Myanmar
KECAM : Pembina Umat Budha Wilayah KLU Bhikku Upasilo bersama berbagai elemen umat Budha membacakan tujuh poin pernyataan sikap yang langsung disaksikan Bupati KLU Najmul Akhyar, Kapolres KLU AKBP Rifai, Plt Sekda Hermanto. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KLU, Komunitas Umat Budha KLU dan dihadiri aparat penegak hukum menyampaikan pernyataan sikap atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar. Pernyataan sikap ini berlangsung di aula kantor bupati setempat sekitar pukul 09.00 Wita, Senin (4/9). “Secara kebetulan banyak saudara kita umat Budha di KLU. Jadi, disini agak sedikit hangat atas informasi tersebut. Tetapi saya mengajak mari menyikapi masalah ini secara jernih. Pernyataan sikap ini sebagai bentuk ketegasan dari hati nurani masyarakat Budha di KLU,” ujar Bupati KLU H. Najmul Akhyar pada menyampaikan sambutannya.

Apa yang dilihat dan disaksikan melalui berbagai media atas apa yang menimpa saudara Rohingya. Ia meyakini agama manapun, termasuk Budha sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. “Ada yang rasa benci, saya tidak ingin memperdebatkan apakah peristiwa tersebut merupakan konflik agama, kemanusiaan, dan faktor ekonomi. Tapi, yang kita butuhkan sikap. Kita bersyukur umat budha bahwa pikiran dan hati kita sama,” ucapnya.

Namun yang jelas hal itu sangat tidak pantas dan harus dikutuk. Padahal dalam ajaran budha sendiri selalu menjunjung tinggi kasih sayang dan tidak diperbolehkan membenci terlebih membunuh. Ia berharap atas pernyataan sikap yang dideklarasikan hari ini (kemarin) terhadap tragedi kemanusiaan tersebut. “Apa yang terjadi saat ini tidak boleh terjadi dimanapun.  Kita semua harus mengutuknya jadi tidak mungkin ini dilakukan oleh manusia yang masih memiliki hati manusia yang membakar, yang junjung tinggi nilai agama. Saya yakni mereka ingkari nilai agama budha kini nilai itu jauh,” tegasnya.

Perkembangan mengenai konflik di Myanmar ini sudah mulai berkecimpung, sehingga menimbulkan atensi publik, khususnya di Lombok Utara. Pernyataan sikap ini pula diambil guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan. Najmul berharap agar warga dapat menahan diri tidak memprovokasi atau mudah di provokasi. “Apalagi kalau kita lihat di medsos, maka dari itu masyarakat Lombok Utara jangan sampai terpecah mudah di provokasi atau memprovokasi,” tandasnya.

1
2
3
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid