Kepsek Lalai Serahkan Data Kekurangan Guru

Jaka Wahyana (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)
Jaka Wahyana (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menilai kepala sekolah (kepsek) lalai dalam hal kekurangan guru di masing-masing satuan pendidikan yang dipimpin. Hal ini, berpengaruh terhadap pemetaan kebutuhan tenaga pendidik yang akan didistribusikan oleh Dikbud NTB.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) (Dikbud) NTB, Jaka Wahyana mengatakan, sampai saat ini masih menunggu kepsek untuk menyerahkan data guru di sekolah yang mereka pimpin. Sehingga peroses pendistribusian tenaga pendidik yang sudah lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun ini belum bisa petakan secara 100 persen.

“Data yang kita terima dari kepsek terkait kebutuhan tenaga pendidik belum 100 persen, sehingga kita belum mengajukan teman-teman honorer yang sudah lulus UKG untuk ditandangani oleh bapak gubernur,” kata Jaka, Senin (13/4).

Sampai saat ini pendataan terkait kebutuhan guru yang sudah diserahkah oleh masing-masing sekolah se-NTB, baru mencapai 80 persen. Pendataan kebutuhan guru dilakukan secara online. Untuk diketahui, peserta yang lulus UKG tahun ini sebanyak 1.200 orang dari jumlah yang mengikuti UKG ada 5000 orang. Adapun kendala yang dihadapi terkait dengan hal ini adalah kurang responya kepsek terhadap kekurangan tenaga pendidiknya di masing-masing satuan pendidikan.

“Sudah berapa bulan kita minta kepada kepsek, tapi mereka belum memberikan data kebutuhan tenaga pendidiknya yang kurang,” terangnya.

Jka berharap kepada kepsek yang kurang gurunya supaya mengirimkan datanya ke Dinas Dikbud secara online. Nanti yang kurang tersebut di isi oleh guru yang sudah lulus UKG tahun ini.

“Kita minta kepsek responsif terhadap kekurangan guru, supaya pemetaan kita jelas. Sehingga tidak asal-asalan menempatkan guru yang sudah lulus UKG,” katanya. (adi)