Kepala SMA Harus Berkreasi dan Inovasi

Muhammad Fauzan (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)
Muhammad Fauzan (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB meminta kepala sekolah (kepsek) harus berkreasi dan berinovasi dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. Sebab Kegiatan PPDB selalu menimbulkan kekhawatiran, bagi satuan pendidikan di kawasan pinggiran, dalam menggaet peserta didik, karena selalu sepi peminat.

“Kalau tidak bisa masuk ke sekolah yang diinginkan, biasanya memiliih pondok pesantren. Makanya kita minta kepsek harus berkreasi dan berinovasi supaya sekolah yang di pinggiran mempunyai daya tarik tersendiri,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB H Muhammad Fauzan, kepada Radar Lomnok, Rabu (8/7).

Fuzan juga mendorong kepsek harus kreatif serta menciptakan berbagai macam inovasi melalui program-program yang nantinya akan membentuk ciri khas atau branding dari satuan pendidikan tersebut.

“Jadi orang tua begitu melihat branding di sekolah pinggiran itu, maka mereka akan tertarik mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut. Karena, ciri khas itu sebagai magnet,” jelasnya.

Menurutnya, ciri khas sekolah tidak sesulit yang dibayangkan. Apakah bercirikan kebudayaan, agama, pertanian, kelautan, perkebunan, atau bisa disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing. Perlu dipahami, Dinas Dikbud NTB mengelola dua dimensi yang berbeda, pendidikan dan kebudayaan. Keduanya harus saling menopang satu sama lain. Sehingga di sekolah, pendidikan bukan hanya bertumpu pada bidang akademik, tetapi non akademik juga turut dikembangkan.

“Misalnya yang mau khas agama, bisa mengundang instruktur tahfidz atau kitab kuning. Untuk eskulnya itu akan menarik minat orang tua,” ujarnya.

Seperti di SMAN 2 Bayan Lombok Utara, Fauzan menuturkan karena berbagai inovasi sekolah yang dilakukan belakangan ini. Hasilnya bisa dilihat dalam kegiatan PPDB 2020. Animo masyarakat sekitar sangat tinggi untuk mendaftarkan anak-anak mereka.

Karena itu, penekanannya agar semua itu terwujud, harus ada kerja sama antara kepala sekolah dan guru-guru. Semuanya menjadi tim utuh, dalam hal peningkatan mutu dan pendidikan di NTB.

“Tidak bisa kepala sekolah atau guru sendiri, harus kompak,” ucapnya. (adi)

BACA JUGA :  Dikbud Loteng Tidak Gubris Imbauan Menpan
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBayi Usia Tiga Hari Positif Corona, Dikes Bingung
Berita berikutnyaDikes Lobar Lepas Tangan Kepada Warga Mekarsari