Kendaraan Anak Ditilang, Seorang Warga Mengamuk

Salah Seorang Warga Mengamuk Saat Motor Anaknya DItilang Polisi

MATARAM—Aparat Satlantas Polres Mataram tiba- tiba dikagetkan oleh ulah seorang pria yang ngamuk saat petugas melakukan kegiatan penertiban pelanggaran di simpang empat Pawon Mirasa  di Jalan Bung Karno.

Kejadian tersebut bermula saat anggota satlantas menemukan salah seorang wanita yang berboncengan tanpa menggunakan helm. Melihat hal tersebut, petugas kemudian menghentikan kendaraannya lalu melakukan pemeriksaan surat- surat kendaraan bermotor. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pengendara wanita tersebut tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Wanita itu pun kemudian oleh petugas diarahkan menuju mobil tempat dilakukan penilangan. Karena saat itu banyak pelanggar yang ditilang, maka sembari menunggu antrean penilangan, wanita tersebut tetap berada di lokasi. Tidak berselang lama,  datang seorang pria yang tidak dikenal mengamuk tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.

Awalnya pria berbaju putih tersebut datang dengan sopan mendekati petugas. Bahkan pria itupun bersalaman dengan anggota kepolisian yang lagi siaga di seputaran lokasi penilangan. Setelah salaman lalu, pria itu mendekat ke mobil tempat berkas tilang tersebut. Tanpa basa basi langsung merampas kunci dan berkas penilangan yang ada di meja petugas.

Petugas dengan cepat melakukan penindakan dengan mengamankan laki- laki misterius tersebut. “Karena kondisi seperti itu petugas kemudian dengan respek melakukan tindakan dengan mengamankan laki- laki itu, karena kita ketahui bersama saat ini banyak isu jika situasi banyak yang mengancam  aparat kepolisian sehingga kita lakukan pencegahan,”ujarnya Kanit Ruzawali Satlantas Polres Mataram IPDA Agus Rachman, sesaat setelah kejadian Rabu kemarin (12/7).

Pria tadi dibawa ke pinggir jalan. Petugas lalu  menanyakan maksud pria tersebut mengamuk dan dijawab jika dia melakukan hal itu karena dia capek meminta tolong kendaraan anaknya dilepas. “Ternyata dia orang tua dari anak tersebut dan anaknya ini sudah berulang kali melakukan pelanggaran bahkan ini yang ketiga kalinya,” ujarnya.

Petugas kemudian menanyakan identitas dari pria itu namun dia mengaku tidak membawa KTP dan tidak mau menyebutka identitasnya. “Dia sih ngakunya orang Karang Ganteng,”ujarnya.

Awalnya petugas tetap ingin melakukan penilangan, namun  akhirnya oleh petugas diberikan kebijakan untuk tidak ditilang dengan sarat tidak mengulangi perbuatannya.” Karena saya lihat aksi bapak tersebut kepada anak yang kasar, maka kami tidak tilang dengan catatan tidak diulangi kembali pelanggaran yang serupa,”ujarnya.(cr-met)