Kemendikbud Wacanakan Hapus UKK untuk SMK

H Umar (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)
H Umar (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kementerian Pendidian dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan SMK mewacanakan akan menghapus pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) diganti dengan Uji Sertifikasi Kompetensi (SUK), Praktek Kerja Industri (Prakerin) untuk siswa SMK.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H Umar mengatakan rencana penghapusan UKK dan diganti degan USK tersebut masih dalam dalam sebatas wacana.

“Saya minta, pesan itu jangan ditindaklanjuti itu karena masih sebatas wacana,” kata Umar kepada Radar Lombok, kemarin.

Umar mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung dengan Kemendikbud RI, terkait pesan tersebut baru sebatas hasil diskusi internal bersama kepala SMK di pulau Jawa. Karenanya, kepala sekolah tidak boleh melaksanakan kegiatan tersebut di sekolah.

“Saya sudah konfirmasi langsung ke pak direktur, sebelum ada keputusan resmi, tidak boleh diikuti sekolah,” tegas Umar.

Pihaknya memahami apa yang menjadi keluhan SMK di masa pandemi Covid-19 ini.

Maka Umar meminta, semua SMK di NTB harap bersabar dalam menghadapinya. Karena kondisi yang tidak memungkinkan dan imbauan Pemprov NTB masih berlaku terkait protokol kesehatan penanganan Covid-19, ditambah kebijakan masa perpanjangan belajar di rumah, maka proses pembelajaran di sekolah dalam bentuk apapun masih di larang.

“Sampai masalah Covid-19 ini selesai, baru kami mengambil dan menentukan langkah-langkah berikutnya. Makanya kami tidak pernah merekomendasikan pesan itu,” tegas Umar.

Jika dalam perjalanannya, pesan tersebut menjadi perintah dalam Surat Edaran Kemendikbud, maka Dinas Dikbud NTB akan menindaklanjuti dengan membuat juknis turunan.

“Tetap kita buatkan bagaimana penerapannya di sekolah nanti, karena saat ini belum ada aturan resmi,” ujarnya

Terpisah Wakasek Bidang Kurikulum SMKN 5 Mataram Dedi Ermansyah mengaku metode pembelajaran jarak jauh melalui daring untuk SMK tidak maksimal. Lantaran sekolah kejuruan, yang sebagian besar waktu belajar dihabiskan dengan praktik dan menghasilkan produk serta bersentuhan langsung dengan alat-alat. Namun karena pandemi, sampai sekarang belum bisa melaksanakan semua itu.

“Tidak semua jurusan bisa maksimal menerapkan praktikum. Jadi kami berikan sebagain besar teori saja,” terangnya. (adi)