Kemenag Siapkan Skenario Ibadah Haji 2021

Para calon jemaah haji NTB 2018. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

JAKARTA–Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2021 dapat terlaksana meski pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian. “Kami optimis ibadah haji tahun ini masih terbuka. Hal ini ditandai dengan dilakukannya vaksinasi di Saudi sebagai mana juga di Indonesia dalam rangka menangangi pandemi covid-19,” ungkap Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Senin (15/3).

Menurut dia, optimisme tersebut ditandai dengan adanya kabar bahwa otoritas Arab Saudi menyatakan akan membuka penerbangan internasional mulai 17 Mei 2021 mendatang.

BACA JUGA :  Bandara Lombok Disiapkan Kemenhub Jadi Embarkasi Haji 2021

Hal itu, sambung dia, menjadi sinyal positif terselenggaranya ibadah haji 2021. “Situasi ini lebih positif dibanding tahun lalu di kuartal yang sama. Mereka menutup penerbangan luar negeri tidak terkecuali di musim haji tahun 2020,” ujar Yaqut dalam pemberitaan JPNN yang dikutip Radar Lombok.

Yaqut juga mengatakan, Kemenag telah mempersiapkan beberapa skenario terkait protokol kesehatan yang diaplikasikan di banyak negara. “Kami telah menyusun beberapa skenario, asumsi ini dapat berubah jika Saudi memiliki ketentuan tersendiri mengenai pelaksanaan protokol kesehatan bagi jemaah haji dan kami akan mengikuti ketentuan tersebut,” kata dia.

BACA JUGA :  Bandara Lombok Disiapkan Kemenhub Jadi Embarkasi Haji 2021

Dia menyebutkan, tidak hanya skenario protokol kesehatan yang disiapkan Kemenag. Namun, Yaqut juga memiliki skenario lainnya seperti pergerakan ibadah, durasi masa tinggal hingga aspek ibadah haji di masa pandemi covdi-19. “Skenario haji kami susun meliputi beberapa penerapan protokol kesehatan, pergerakan di tanah suci, durasi masa tinggal jemaah di Arab Saudi dan aspek ibadah di masa pandemi,” pungkas dia. (ddy/JPNN)