Calon Jemaah yang Tarik Pelunasan Biaya Haji Terus Bertambah di Kota Mataram

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H Muhammad Amin (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Karena keberangkatan ke tanah suci yang masih belum pasti. Para Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Mataram, banyak yang menarik uang pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Jumlahnya terus bertambah.

Sedangkan jumlah CJH Kota Mataram yang melakukan pelunasan tahun 2020 dan menunggu keberangkatan sebanyak 739 orang. “Iya terus bertambah yang menarik pelunasan. Lumayan jumlahnya tapi data resminya tidak berani saya ekspose,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H Muhammad Amin di Mataram, kemarin (22/4).

Amin khawatir, jika jumlah CJH yang menarik pelunasan diumumkan. CJH lainnya berbondong-bondong menarik BPIH. “Kita khawatir jemaah lainnya ikut menarik pelunasan,” imbuhnya.

Penarikan pelunasan dilakukan secara ketat. Hingga kemenag memberikan ceramah kepada jemaah agar tidak menarik BPIH. Karena jika menarik pelunasan. Jemaah akan menunggu waktu yang lama untuk berangkat ke tanah suci. “Ini tak tanggung-tanggung. Setoran awalnya yang diambil. Kalau dia ambil kan hangus keberangkatannya dan lama menunggu lagi. Itu Rp 25 juta setoran awalnya,” terangnya.

BACA JUGA :  Baznas dan LKKS NTB Kerja Sama Kelola Dana Umat

Tentang penyebab CJH menarik BPIH. Amin mengatakan karena kondisi perekonomian saat ini. Terlebih dengan pandemi yang tak kunjung usai. “Mungkin ini karena alasan ekonomi,” katanya.

Karena itu, Amin mengimbau CJH lainnya untuk tidak menarik BPIH. Karena akan sangat disayangkan menunggu antrian yang lama. Jemaah harus berpikir ulang untuk menarik BPIH. “Tapi dari ceramah yang diberikan. Ada yang mengurungkan niatnya untuk menarik BPIH. Karena kan hangus antriannya kalau ditarik. Tapi tidak sampai setenganya yang menarik BPIH,” jelasnya.

Untuk keberangkatan jemaah haji. Pihaknya belum mendapat informasi resmi dari kementerian pusat. Karena surat resmi dari Arab Saudi juga belum diterima oleh kementerian. “Kalau memang ada biasanya ada itu semacam surat resmi yang disosialisasikan ke kita tentang pelaksanaan ibadah haji. Tapi sampai sekarang belum ada,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Jabat Ketua PPI NTB, Bunda Niken Siap Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Informasi yang beredar. Pemerintah Arab Saudi akan memprioritaskan jemaah haji asal Indonesia. Pertimbangannya adalah Indonesia dengan penduduk muslim terbesar. “Itu masih informasi saja. Tapi secara tertulis belum ada,” imbuhnya.

Jika nantinya memang diputuskan resmi oleh kerajaan Arab Saudi. Maka sejumlah persiapan dilakukan kemenag. Yakni dengan memberangkat CJH yang melunasi BPIH tahun 2020. “Seperti tinggal manasik kan yang sekarang. Ya tinggal dia manasik. Kalau paspor juga sudah diproses. Begitu juga dengan vaksin kan rata-rata sudah di tiap kecamatan,” terangnya. (gal)