Kemenag NTB Pastikan Seleksi Kamad Secara Terbuka

SELEKSI – Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr H Zaidi Abdad saat melakukan tes wawancara melalui Zoom Meeting. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB Dr H Zaidi Abdad memastikan proses tes seleksi calon kepala madrasah (Kamad) di NTB dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Seleksi Kamad dilaksanakan untuk jenjang MIN, MTs dan MA yang ada di NTB. Tes ini dilaksanakan secara virtual berlangsung sepekan, mulai Rabu 17 Februari.

“Tes wawancara secara virtual di masing-masing Kantor Kemenag kabupaten/kota se NTB. Wawancara secara virtual dilakukan bergiliran untuk masing- masing calon melalui media center Kanwil Kemenag NTB,” kata Zaidi Abdad, Selasa (23/2).

Setiap jabatan kepala madrasah diikuti minimal tiga orang calon yang berasal dari guru madrasah. Selanjutya, tiga orang ini mengikuti seleksi dilaksanakan oleh tim Kemenag kabupaten/kota. Tes wawancara calon kamad tersebut dipimpin langsung Kanwil Kemenag H Zaidi Abdad, Kabag TU Kabid Penmad dan pejabat lainnya.

Zaidi membeberkan dalam wawancara bersama calon Kamad tersebut, lebih kepada tentang visi misi untuk memajukan madrasah yang akan dipimpinnya nanti. Selain itu, inovasi apa saja yang akan dilakukan nantinya jika terpilih menjadi Kamad dalam menjadikan madrasah di NTB menjadi hebat dan martabat.   

Terpisah Ketua Panitia Seleksi, Kasubag Hukum dan Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB Hamdun mengatakan selain Kakanwil ,Kakanmenag, Kabag TU , Kabid Penmad, Kasi ,juga melibatkan Pokjawas dalam proses seleksi tahap awal di Kemenag kabupaten/ kota.

“Pelibatan Pokjawas  ini diharapkan nanti betul-betul berkualitas dan transparan proses seleksi calon kamad,” katanya.

Selanjutnya, hasil penilaian dari tes wawancara ini akan diakumulasi dengan hasil tahapan seleksi lainnya untuk menentukan siapa yang pantas menjadi kamad.

Sementara itu peserta calon kamad yang mengikuti seleksi H Sauqi mengaku mendukung dengan tahapan seleksi yang dilaksanakan oleh pihak panitia. Sebab bisa mendapatkan pengalaman serta pemahaman dari para tim seleksi.

“Alhamdulillah sangat bagus dengan adanya tes seperti ini, karena betul-betul dilakukan secara obyektif dan transparan sehingga siapapun yang memiliki kualitas dan kapabilitas akan terpilih menjadi kamad,”  imbuhnya. (adi)