Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di NTB Capai 300 Orang

MATARAM –Angka kasus kematian pasien Covid-19 di Provinsi NTB terus bertambah seiring terus naiknya angka positif baru.

Sampai hari Minggu (10/1/2020) tercatat ada 300 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Terakhir ada tiga penambahan kasus kematian baru. Rinciannya
pasien nomor 5855 atas nama SAYTA perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid. Pasien nomor 6162 atas nam HS, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid. Terakhir
pasien nomor 6166 atas nama LIP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Pada hari yang sama terdapat 43 kasus baru positif Covid-19. Hal ini diketahui setelah pemeriksaan 303 sampel di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi
Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram. Hasilnya 246 sampel negatif, 14 sampel positif ulangan, dan 43 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru ini berasal dari Sumbawa 18 kasus, Kota Mataram 10 kasus dan Lombok Barat 3 kasus. Lalu, Kota Bima 3 kasus, Sumbawa Barat 2 kasus, Dompu 2 kasus, Kabupaten Bima 2 kasus dan pelaku perjalanan 3 kasus.

Sementara pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 ada 37 orang. Rinciannya dari Sumbawa 10 orang, Dompu 21 orang, Kota Bima 4 orang, Lombok Timur 1 orang dan Lombok Barat 1 orang. ”Dengan adanya tambahan 43 kasus baru terkonfirmasi positif, 37 tambahan sembuh baru, dan 3 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (10/01/2021) sebanyak 6.177 orang,dengan perincian 5.070 orang sudah sembuh, 300 meninggal dunia,
serta 807 orang masih positif,” kata Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 14.472 orang dengan perincian 305 orang (2,1%) masih dalam isolasi, 59 orang (0,4%) masih berstatus probable, 14.108 orang (97,5%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 46.670 orang, terdiri dari 2.230 orang (4,8%) masih dalam karantina dan 44.440 orang (95,2%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang
pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 108.967 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.365 orang (1,3%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 107.602 orang (98,7%).

Gita mengimbau dengan meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19. ” Mari kita saling menjaga dan mengingatkan untuk memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dan menjauhi
kerumunan, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Keselamatan setiap individu dalam masa pendemi ini menjadi tanggung jawab kita masing-masing. Oleh karenanya, mari kita tetap waspada serta patuh dan taat terhadap seluruh imbauan pemerintah,” kata Gita.(rl)